Home / Isu-isu Dunia Islam / 3 Pertanyaan Manusia Modern

3 Pertanyaan Manusia Modern

Manusia dalam menjalani hidupnya di dunia mustahil akan bisa terlepas dari pertanyaan pertanyaan seputar problem problem kehidupan. Tidak jarang, ketika pertanyaan pertanyaan tersebut belum menemukan jawabannya tidak tertutup kemungkinan manusia akan menjadi ragu dan resah selama hidupnya.

 

Manusia karena kodrat penciptaannya sebagai makhluk yang memiliki panca indra, pikiran dan perasaan akan selalu berusaha merenung dan melakukan hal hal terbaik bagi dirinya dan orang lain. Terkadang, karena kepentingan kepentingan materi yang memang sebagai kebutuhan dasar dan alaminya, tidak jarang manusia pada tahap tertentu berubah mengingkari kodrat penciptaannya dan tampil layaknya sebagai binatang.

 

Bahkan, tidak hanya itu. Manusia akan mengalami aleniasi diri tingkat akut yang sebagai konsekuensinya akan merusak jiwa dan tubuhnya termasuk orang lain selain dirinya dalam kehidupannya. Padahal, hanya dengan sedikit menggunakan kesadaran inheren yang ada pada semua manusia, niscaya pertanyaan pertanyaan itu akan mendapatkan jawaban logis dan meyakinkan.

 

Selanjutnya kita akan berpikir dan mulai bicara. Apakah pertanyaan pertanyaan dasar itu? Mungkinkah pertanyaan pertanyaan itu akan memberikan jawaban yang akan menyelesaikan problem problem kehidupan semua manusia? Lalu, bagaimana yang semestinya dilakukan oleh manusia?

 

Pertanyaan pertanyaan dasar bagi semua manusia yang ingin mendapatkan jawaban bagi keterasingan dirinya dari dunia hanya bersumber pada tiga pertanyaan sederhana. Pertanyaan itu adalah “Darimana saya berasal”, “Mengapa saya diciptakan”, “Kemana saya”.

 

Jawaban dari pertanyaan “Darimana saya” adalah, semua manusia berasal dari Tuhan Maha Esa. Sebagai konsekuensi karena semua manusia berasal dari Tuhan Maha Esa, bukan berasal dari unsur unsur material, benda benda dan barang, maka semua manusia pada hakikatnya adalah “Manifestasi Manifestasi Tuhan”. Manusia akan melihat dengan pandangan “Mata Tuhan”, akan mendengar dengan “Pendengaran Tuhan”. Akan bicara dengan “Lisan Tuhan”, berjalan dengan “Kaki Tuhan”. Dalam segala tindak tanduk kehidupannya akan “Seperti Tuhan”.

 

Pertanyaan “Mengapa saya diciptakan” adalah, manusia diberikan dua hukum sekaligus yang melekat pada dirinya. Yaitu hukum sebagai makhluk sekaligus hukum sebagai hamba. Manusia sebagai makhluk tidak berbeda dengan benda seperti batu akik yang sekarang sedang menjadi trend, tumbuhan eceng gondok yang mengambang di rawa rawa, para binatang penghuni ragunan, taman safari, hutan afrika dan hutan pedalaman amazon karena manusia memiliki unsur unsur yang sama pada level tersebut. Kemudian, manusia sebagai hamba memiliki kelebihan kelebihan dan tanggung jawab spesial, karena memiliki pikiran yang membedakannya dengan benda, tumbuhan, dan hewan. Karena memiliki tugas tugas untuk management dunia yang ditinggalinya sebagai ladang bagi perbuatan perbuatannya.

 

Pertanyaan “Kemana saya” adalah final result, dengan kata lain semua manusia akan mengalami Judgment day, yaitu hari perhitungan semua perilaku perilaku yang pernah dilakukannya. Karena semua manusia setelah meninggal tidak akan lenyap dan hilang begitu saja tanpa bekas dan sisa, atau istilah popular yang sering kita dengar adalah “life is doesn’t exist” adalah sebuah ungkapan menyedihkan sekaligus aneh karena berusaha menolak keberadaan dirinya sekaligus kenyataan hidup yang sedang dialaminya.

 

Pada akhirnya, semua manusia diciptakan dengan sebab determinan sekaligus kehendak bebas untuk menentukan nasib dirinya agar tidak menjadi terasing dan mengalami krisis identitas dalam hidupnya dan keberadaannya.

About adminislat1

Check Also

Ormas Radikal dan Demokrasi yang Tersandera

Demokrasi membuka ruang publik (public sphere) seluas-luasnya, termasuk kepada mereka yang menentangnya. Ini paradoks negeri Muslim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('54.224.102.26', 1510986538, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view