Home / Universalia / Kajian Kontemporer / 4 Cara Pandang Konsep Kenabian

4 Cara Pandang Konsep Kenabian

Islam adalah agama wahyu yang disampaikan ALLAH kepada Nabi Muhammad SAW. Semua orang muslim meyakini hal tersebut dan memastikan ajarannya adalah wahyu yang suci. Karena kesucian itulah posisi Nabi Muhammad SAW sangat istimewa dan tidak bisa sejajar dengan siapapun. Karena itu pula, para umatnya terdiri dari orang orang yang tidak suci karena tidak mendapatkan wahyu. Lalu, bagaimana cara pandang terhadap konsep kenabian Nabi Muhammad SAW? Berikut adalah empat pandangan tentang kenabian Nabi Muhammad SAW.

 

Pandangan pertama ; Ajaran Nabi biasa, karena Nabi adalah manusia biasa

 

Dalam pandangan ini, Nabi adalah manusia biasa seperti umumnya, yang bisa berbuat salah dan tidak mengetahui berbagai hal karena Nabi adalah produk lingkungannya dengan segala pengaruh dan faktor faktor yang melingkupinya. Berdasarkan pandangan ini, karena ajarannya biasa dan tidak bisa dipastikan benar, maka Nabi layak ditinggalkan atau dengan kata lain secara tidak langsung telah menyatakan diri sebagai penolak agama dan menolak kenabian.

Kesimpulan dari pandangan ini adalah, Nabi sebagai penerima sekaligus penyampai wahyu dari Tuhan adalah seorang manusia biasa, karena hanya manusia biasa maka ajarannya biasa karena ajaran Tuhan yang benar tidak bisa disampaikan.

 

Pandangan kedua ; Ajaran Nabi luar biasa, karena Nabi adalah manusia biasa

 

Dalam pandangan ini, Nabi adalah manusia biasa seperti pada umumnya, tetapi ajarannya luar biasa. Tanpa sadar adanya paradoks dan kontradiksi dalam pandangan ini, penganut pandangan ini menganggap yang diyakininya adalah sama seperti wahyu yang diberikan Tuhan kepada Nabi, dan tidak hanya itu bahkan menganggap generasi yang hidup pada zaman Nabi sebagai generasi terbaik sepanjang sejarah umat manusia, padahal generasi tersebut tidak mendapatkan wahyu seperti Nabi.

Kesimpulan dari pandangan ini adalah, penganut pandangan ini anti terhadap fenomena modernitas dan kontekstualitas zaman karena hal tersebut tidak ada dalam teks teks agama.

 

Pandangan ketiga ; Ajaran Nabi biasa, karena Nabi adalah manusia luar biasa

 

Dalam pandangan ini, para penganutnya menjadikan keyakinan personal kepada Nabi sebagai salah satu rukun iman dan tetap meyakini keluarbiasaan Nabi hanya dalam aspek personal.

Kesimpulan dari pandangan ini adalah, penghormatan dan pemujaan kepada Nabi hanya bersifat personal, bukan kepada konsep kenabiannya.

 

Pandangan keempat : Ajaran Nabi luar biasa, karena Nabi adalah manusia luar biasa

 

Dalam pandangan ini, Nabi sebagai penerima dan penyampai wahyu bukanlah manusia biasa, tetapi manusia luar biasa karena manusia yang menerima wahyu berbeda dengan manusia yang tidak menerima wahyu. Apabila penerima wahyu adalah manusia luar biasa, maka konsekuensinya adalah,

A. ajaran Tuhan yang diterimanya luar biasa

B. ajaran yang disampaikannya harus diterima dan diterapkan karena disampaikan oleh manusia yang luar biasa (tidak salah dan tidak lupa)

Kesimpulan dari pandangan ini adalah,  Nabi adalah suci pada saat menyampaikan dakwah/risalah. Kesucian dalam dimensi ini adalah dua hal yaitu ; Nabi tidak dusta dan Nabi tidak lupa. Karena mustahil Nabi dusta dan Nabi lupa pada saat menyampaikan dakwahnya/risalahnya.

 

 

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *