Home / Featured / Agama & Kegelisahan Masyarakat Modern

Agama & Kegelisahan Masyarakat Modern

Salah satu ciri masyarakat modern adalah agresif terhadap kemajuan (progress). Karena terdorong oleh semangat kemajuan sains, masyarakat modern berusaha menghapus kesakralan alam semesta. Semua harus tunduk kepada sains yang berpijak di atas logika materialistik empirik observatoris. Realitas alam semesta yang dijelaskan oleh dogma dogma agama yang selalu terkait dengan kebesaran Tuhan perlahan lahan tetapi pasti hanya dipahami sebagai benda atau partikel misterius yang tidak bernuansa metafisik. Seakan alam semesta bagaikan sebuah mesin besar dalam sebuah pabrik yang dijalankan dengan mekanisme sedemikian rumit oleh operator (Tuhan) dan selanjutnya selesai tidak ada hubungan dengan kehidupan seterusnya.

 

Dengan memisahkan dunia material dan non material, masyarakat modern semakin percaya diri merasa mampu tanpa campur tangan Sang Maha Kuasa dalam penyelesaian problem kehidupan sehari hari. Harus diakui, manusia modern dengan pencapaian sains yang belum pernah tercatat sekalipun oleh sejarah dunia yang telah berlalu telah berhasil membangun peradaban sekaligus mengucapkan selamat tinggal kepada Tuhan. Karena masyarakat modern telah menempatkan status sebagai “pusat dunia” dan bersamaan dengan pencapaian sains yang menakjubkan, agama kemudian telah menjadi dengan sendirinya dipandang sebagai sisa sisa primitive culture (budaya primitif).

 

Sampai sekarang, pandangan “the idea of progress” sangat dominan dalam benak masyarakat modern, karena memiliki peran sangat sentral sekaligus vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat modern. Tetapi, pada saat semua orang terkagum kagum takjub dengan semua hasil tersebut, justru muncul gelombang kegelisahan yang bergejolak layaknya gelombang gelombang laut. Karena terjadi proses kedangkalan kualitas nilai nilai hidup seperti kemanusiaan, solidaritas sosial, toleransi mulai hilang perlahan lahan dalam benak keseharian masyarakat modern karena menjadikan keserakahan materi yang tersimbolkan dalam sains sebagai tolak ukur dominan.

 

Pada bagian yang lainnya, orang mulai bertanya sekaligus menyesalkan hilangnya peran agama yang semestinya membimbing manusia dalam memahami nilai nilai transendental agar tercipta nilai nilai bijak pada kehidupan individu dan sosial yang telah di dominasi oleh kebanggaan materi. Sebagaimana penyesalan terhadap peran agama yang dirasakan masyarakat modern (kecemasan materiliastik) yang mengakibatkan krisis lingkungan, krisis bahan bakar, krisis pendidikan, krisis kesehatan, krisis pangan dan papan.

 

Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat modern yang menyadari “peradaban modern” (hidup tanpa Tuhan & agama) telah gagal, karena berusaha memisahkan antara Tuhan dan manusia. Karena manusia lebih memilih mengurung diri sendiri di bumi yang sempit dan melupakan gerbang gerbang surgaNYA, padahal semestinya setiap manusia tetap akan mendapatkan “tugas tugas peradaban” yang akan dipertanggung jawabkan pada akhirnya nanti.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('54.224.102.26', 1510985381, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view