Home / Featured / Cara Beragama Cerdas ala Cak Nur

Cara Beragama Cerdas ala Cak Nur

Siapa yang tidak kenal Cak Nur? Cak Nur adalah panggilan akrab untuk sang guru bangsa, Nurcholish Madjid (1939-2005). Beliau adalah tokoh terpenting bangsa ini selain Gus Dur dan Syafii Maarif. Pengaruhnya sangat besar dalam pemikiran Islam di Indonesia.

Banyak pemikiran yang beliau wariskan kepada kita, penerus bangsa, untuk menjaga terus kerukunan umat beragama di negeri tercinta, Indonesia, yang sangat plural ini. Di sini, saya tidak akan mengungkapkan seluruh sumbangan pemikirannya.

Sumbangan pemikiran Cak Nur dalam konteks di atas adalah menyangkut toleransi. Beliau menyebutnya dengan istilah “Islam Inklusif”. Cak Nur dalam banyak ceramahnya mengungkapkan sekaligus memberi pemahaman kepada kita semua bahwa Islam itu adalah agama yang inklusif.

Menurut Cak Nur, “Kebenaran Islam itu tidak eksklusif, tapi kebenarannya ada di mana-mana. Keselamatan itu bukan hanya milik orang Islam belaka, dan yang masuk surga juga bukan hanya orang Islam saja.”

Serentak ungkapan Cak Nur tersebut pun menjadi kontroversial sekaligus sentra perdebatan di antara para kyai konservatif saat itu. Tudingan, tuduhan, cibiran, julukan negatif bahkan label “kafir” pun tertuju kepadanya. Padahal argumentasi Cak Nur pun sumbernya ia kutip dari teks kitab suci, yaitu QS. Al-Baqarah: 62.

Artinya, agama Islam itu bukan agama eksklusif, tapi kebenarannnya adalah inklusif. Kebenarannya tersebut bisa ada di mana-mana. Dan barang siapa beriman-tentu sesuai dengan agama masing-masing- dan beramal saleh maka ia diganjar oleh Tuhan.

Islam Inklusif ini penting untuk membangun kehidupan yang toleran di Indonesia, karena kecenderungan sebagian kalangan muslim memahami Islam sebagai agama atau keyakinan yang eksklusif. Kebenaran diklaim hanya miliknya sendiri dan yang lain adalah salah.

Karena mereka salah, maka mereka dianggap sebagai kaum kafir. Dan sebutan-sebutan kafir tersebut dilekatkan kepada kaum nonmuslim. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Apakah anda mau juga disebut kafir oleh mereka yang nonmuslim?” Jawabannya, pasti tidak mau!

Jika semua pihak saling menuding kafir, maka kedamaian mustahil tercipta, tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia tercinta ini. Padahal, negeri ini dihuni oleh orang-orang yang berbeda dalam segala hal, termasuk agama dan keyakinannya.

Cak Nur menawarkan solusi terbaik, jitu sekaligus brilian untuk kehidupan keberagamaan di negeri ini. Beliau membawa angin segar, hawa kedamaian, hembusan kerukunan, seruling toleransi dan hal lain yang serupa dengannya, untuk seluruh pemeluk agama-agama di Indonesia.

Cak Nur membawa dan menawarkan pemahaman Islam Inklusif, Islam yang terbuka dan toleran terhadap yang lain, Islam yang jauh dari tindakan ancaman, kekerasan dan intimidasi terhadap pihak yang berbeda pemahaman dengannya. Mari kita rawat terus warisan pemikiran Cak Nur ini demi terciptanya Indonesia yang toleran, damai dan sejahtera.

 

Sumber : http://www.qureta.com

About syauqi glasses

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('23.20.129.162', 1511068303, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view