Home / Keindonesiaan

Keindonesiaan

Kebangsaan di Awal Agama Manusia

Pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta terlihat begitu menguras energi bangsa ini, terutama energi negatif. Dampak buruk dari energi negatif yang berlebihan bisa merusak tatanan sosial kebangsaan. Keberagaman kita bisa terkoyak disebabkan isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) yang kian menguat. Agama seakan dijadikan dalih untuk menilai seseorang …

Read More »

Negeri Tuna Budaya

Bukan waktunya berteori panjang. Sudah lama negeri ini bergerak ke arah ketunabudayaan. meski jargon penguatan budaya terus didengungkan. Padahal budaya adalah soal menjadi manusia. Manusia spiritual, manusia moral, manusia estetis, dan manusia yang sadar dan berpikir. Ia berakar pada concern-concern kemanusiaan yang paling dalam, sebagai makhluk sekaligus pengejawantahan ketuhanan, sebagai …

Read More »

Ormas Radikal dan Demokrasi yang Tersandera

Demokrasi membuka ruang publik (public sphere) seluas-luasnya, termasuk kepada mereka yang menentangnya. Ini paradoks negeri Muslim yang baru memeluk demokrasi. Ketika keran kebebasan dibuka, yang mengambil peran dan bersuara lantang justru mereka yang kelak jika berkuasa akan secara perlahan membunuh demokrasi dengan menutup keran kebebasan itu. Sebelum tahun 1998 partai politik …

Read More »

Dalam NKRI Tak Ada Orang Kafir

Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tak ada orang kafir. Pemeluk agama disebut berdasar agama masing-masing: orang Islam, orang Kristen, orang Katholik, orang Budha, orang Hindu, orang Konghucu. Mereka tak disebut “kafir.” karena titik acuan NKRI adalah Pancasila, bukan Islam. “Kafir,” term Bahasa Arab yang artinya “orang yang menutup …

Read More »

Agama dan Negara dalam Bingkai Pancasila

Membangun ikatan yang harmonis antara agama dan negara, atau antara umara dan ulama memang bukan perkara mudah. Terlebih jika agama mayoritas dalam suatu negara tidak mampu membawa kemajuan bagi negara yang bersangkutan. Jika sudah demikian, umumnya negara memilih untuk menjadi sekuler, memisahkan sepenuhnya peran agama dari negara. Sekularisme radikal untuk …

Read More »

Intoleransi Masih Tinggi, Terbanyak di Jawa Barat

Selasa, 10 Januari, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melansir laporan tahunan tentang kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan selama 2016. Laporan setebal 59 halaman ini dibuat oleh pelapor khusus, yang dibentuk sejak 2013, karena “semakin meningkatnya pengaduan pelanggaran hak atas kebebasan beragama … dan minimnya perhatian negara dalam penuntasan pelbagai pelanggaran hak …

Read More »

Menteri Lukman dan Perlunya Sertifikasi Khatib

Majalah mingguan Tempo edisi 23-29 Januari 2017 memuat wawancara dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentang situasi keagamaan mutakhir di Indonesia. Dalam salah satu jawaban atas pertanyaan Tempo, Menteri Lukman mengusulkan perlunya sertifikasi khatib yang kriteria dan kompetensinya perlu disepakati bersama dengan para ulama. Saya cenderung setuju pada usulan tersebut, …

Read More »

Pancasila Yes, Syariat Islam No!

Wacana penerapan syariat Islam di Indonesia jelas bukan hal baru dalam sejarah perjalanan bangsa kita. Bahkan jauh, terutama menjelang proklamasi kemerdekaan, wacana ini terus menggeliat, digaungkan oleh mereka yang semata ingin melihat Indonesia dalam satu keseragaman mutlak. Ya, mereka (kaum Islamis) ingin kalau Indonesia berdiri sebagai Negara Islam Indonesia. Mereka …

Read More »