Home / Keindonesiaan (page 2)

Keindonesiaan

Cara Beragama Cerdas ala Cak Nur

Siapa yang tidak kenal Cak Nur? Cak Nur adalah panggilan akrab untuk sang guru bangsa, Nurcholish Madjid (1939-2005). Beliau adalah tokoh terpenting bangsa ini selain Gus Dur dan Syafii Maarif. Pengaruhnya sangat besar dalam pemikiran Islam di Indonesia. Banyak pemikiran yang beliau wariskan kepada kita, penerus bangsa, untuk menjaga terus …

Read More »

Indonesia Bersatu, Jangan Mau Diadu

BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRWA. Demikianlah konsep yang digelontorkan seorang pujangga termahsyur, Mpu Tantular, dalam Kakawin Sutasoma. Ungkapan itu muncul sebagai jalan tengah atas berkembangnya pemeluk Hindu Siwa dan Buddha Mahayana pada zaman Majapahit. Sesanti itu kemudian tertemurunkan manakala negeri gemah ripah loh jinawi berjuluk Nusantara, menuju gerbang …

Read More »

Agama dalam Hubungannya dengan Kekerasan

Kaum primordialis berpandangan bahwa agama dalam dirinya sendiri memiliki unsur inheren yang dapat menyebabkan konflik. Ketika terjadi “konflik agama”, agama dibaca oleh kaum primordialis sebagai variabel yang independen, unsur yang tidak bergantung pada aspek-aspek lain, dan perbedaan identitas keagamaan itu sendiri bisa cukup sebagai penyebab konflik. Skema dari artikel jurnal …

Read More »

Menggadaikan Ayat Demi Konstitusi, Benarkah?

Konstitusi negara kali ini dipertentangkan dengan Al-Quran bahkan mengemuka pada satu pernyataan sentimentil, “Ayat suci lebih tinggi dari pada kostitusi.” Ini memang merupakan akidah yang tak terbantahkan sebagai jargon kebenaran agama, namun apakah kebenaran ini legal syar’i untuk konteks negara Indonesia? Bisa jadi jargon kebenaran ini malah justru tendensius dengan orientasi kebatilan? Mempertentangkan …

Read More »

Condet : Dari Entong Gendut Sampai Cagar Budaya

Condet ibarat magnet. Daerah yang dahulu dikenal sebagai penghasil salak ini punya daya tarik luar biasa untuk dicermati dari beragam sisi. Jika menyebut Condet, maka ingatan kita akan mengarah kuat pada Betawi. Dari sisi wilayah, kawasan Condet meliputi tiga kelurahan, Batuampar, Kampung Tengah dan Bale Kambang (Jakarta Timur). Dalam bukunya yang …

Read More »

Demokrasi yang Terbajak

Marguerite A. Peeters pernah mengintroduksikan sebuah istilah “pembajakan demokrasi” dalam salah sebuah karyanya, Hijacking Democracy: The Power Shift to the Unelected (2004). Istilah pembajakan demokrasi digunakan Marguerite untuk melihat bagaimana praktik demokrasi, terutama tentang peralihan kekuasaan di sejumlah negara yang mengancam nilai-nilai tradisional, kedaulatan nasional, dan demokrasi representatif. Tampaknya gagasan …

Read More »