Home / Featured / Filsafat Pada Zaman Modern

Filsafat Pada Zaman Modern

Sebagaimana diketahui abad 16 masehi adalah batas masa filsafat modern dengan filsafat kuno, pada masa ini mulai diadakan perombakan oleh sekelompok orang yang dipelopori oleh Rene Descartes berasal dari prancis, dan Francis Bacon dari inggris. Metode silogistik dan rasional dalam ilmu pengetahuan diganti dengan metode eksperimen dan empiris. Ilmu fisika secara sekaligus keluar dari metode silogistik dan masuk dalam wilayah eksperimen. Ilmu matematika memiliki kondisi semi silogistik dan semi eksperimental.

 

Setelah peristiwa ini, muncul bentuk pemikiran pada sebagian orang bahwa metode silogistik sama sekali tidak dapat dipercaya. Dengan demikian jika suatu ilmu tidak dapat di eksperimen secara praktis dan hanya menggunakan metode silogistik saja maka ilmu itu sama sekali tidak memiliki dasar. Oleh karena ilmu metafisika memiliki kriteria seperti itu, tidak dapat dilakukan eksperimen dan uji coba, maka ilmu tersebut sama sekali tidak berlaku.

 

Bagi pendukung pandangan ini, tidak ada ilmu yang bernama metafisika karena tidak bisa di lakukan secara eksperimental dan di uji coba. Berbeda dengan kelompok tersebut, ada kelompok lain yang berpandangan bahwa metode silogistik masih dapat digunakan pada berbagai perkara metafisika dan etika. Kelompok ini menciptakan istilah baru bahwa apa apa yang dapat dibuktikan keberadaannya melalui eksperimen mereka sebut dengan sains, sedangkan yang menggunakan metode silogistik disebut filsafat. Dengan demikian definisi filsafat menurut pandangan ini adalah “ilmu yang diketahui kebenarannya dengan menggunakan metode silogistik dan padanya tidak berlaku uji coba praktis”

 

Oleh karena itu, sebagaimana pendapat cendikiawan terdahulu, kata filsafat merupakan sebuah nama umum, bukan nama khusus yaitu bukan nama bagi sebuah ilmu tetapi nama yang mencakup beberapa ilmu. Namun lingkup filsafat menurut definisi ini jauh lebih sempit dibandingkan definisi para cendikiawan terdahulu. Karena hanya mencakup ilmu metafisika, etika, logika, hukum dan ada kalanya sebagian ilmu lain. Adapun ilmu matematika dan fisika berada di luar lingkup filsafat, dan hal ini berbeda dengan definisi cendikiawan terdahulu yang memasukkan ilmu matematika dan fisika dalam kategori filsafat.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *