Home / Featured / Individu Manusia & Fitrah

Individu Manusia & Fitrah

Kebutuhan manusia terdiri dari dua jenis yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan kebutuhan tersebut bersumber dari bangunan spiritual dan fisik seseorang dan watak sosialnya. Dalam hal ini menjadi subjek dari semua kebutuhan tersebut dalam kapasitasnya sebagai manusia.

 

Sosiologi juga menaruh perhatian terhadap kenyataan ini, karena dalam hal ini terdapat istilah istilah umum pada masyarakat sesuai dengan makna yang dikandungnya dan pada hakikatnya mengacu pada fitrah manusia.

 

Fitrah manusia merupakan watak alami yang dibawa seseorang sejak lahir. Dan seiring berjalan waktu perkembangan dan pertumbuhan, atau ketika segala rintangan yang menghalagi jalan telah disingkirkan fitrah tersebut muncul ke permukaan.

 

Fitrah tersebut kemudian melahirkan berbagai kebutuhan baru yang pada gilirannya akan mendorong laju pertumbuhan dan kebudayaan manusia. Namun demikian, segenap kebutuhan primer manusia sesungguhya bukan bersumber dari unsur unsur tertentu terhadap kebudayaan manusia.

 

Hal itu juga tidak bisa dikatakan bahwa sebelum terbangun peradaban, di dunia ini tidak ada makanan dan minuman dan kehidupan sama sekali. Karenanyan, jelas bahwa semua itu merupakan kebutuhan eksistensial/inheren dalam diri manusia bukan kondisional/bentukan waktu dan suasana.

 

Juga sudah menjadi tuntutan fitrah bahwa setelah kebiasaan kebiasaan rutin tertentu terbentuk secara spesifik umumnya manusia tidak mengharapkan  terjadinya sesuatu yang dapat menyebabkan pergeseran atau perubahan kebiasaan kebiasaan tersebut.

 

Fitrah manusia semacam inilah yang dimaksudkan dalam prinsip prinsip islam, dikarenakan agama islam ditujukkan bagi semua umat manusia, bukan hanya seseorang atau kelompok orang tertentu, maka dalam merumuskan moralnya islam sangat memperhatikan dan mempertimbangkan fitrah manusia tersebut.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *