Home / Isu-isu Dunia Islam / Iqbal dan Sosialisme Islam

Iqbal dan Sosialisme Islam

Sebagai seorang pemikir sosial dan keagamaan, Iqbal menekankan keesaan Tuhan dan finalitas kenabian. Menurut dia tidak ada yang layak untuk dijadikan obyek cinta dan disembah kecuali Allah. Kontribusi terbesar dari Nabi Islam adalah bahwa ia sangat menekankan pada pendekatan langsung kepada Allah dengan tugas terhadap kemanusiaan. Dalam menggambarkan prinsip-prinsip pelayanan kepada kemanusiaan, Islam menetapkan bahwa setiap tindakan yang dilakukan terhadap kebaikan umat manusia berada di bawah kategori agama. Al-Qur’an secara signifikan menunjukkan bahwa “itu bukan kesalehan yang mengubah wajah Anda ke arah Timur dan Barat, tetapi ketakwaan yang satu percaya kepada Allah, dan dunia berikutnya, para malaikat dan kitab Nabi, dan memberikan kekayaan cinta kepada kawan-kawan dan kerabat, anak yatim, orang miskin, para wisatawan dan para pengemis. “(2: 20).

Dengan demikian agama, berdasarkan Keesaan Tuhan dan Sosialisme Islam adalah agama yang benar dan universal dan karena itu tidak pernah bisa menjadi penyebab faksi. Apa yang menjadi penyebab masalah adalah sektarianisme.

Oleh karena itu, yang diselenggarakan oleh Iqbal bahwa seorang Muslim sejati memiliki karakter universal, tetapi ketika ia bergabung kepada sekte, ia kehilangan karakter. Kecuali kerak tebal partikularisasi  yang tidak memungkinkan kita untuk melihat diri kita pada orang lain. Hubungan antara manusia dan Allah adalah alami dan tidak menggantung pada sektarianisme Pentingnya doktrin keesaan Allah indah digambarkan oleh Iqbal dalam ayat-ayat-Nya sebagai berikut:

سرے از اسرار توحید است و بس اینکۃ در صد سینہ پیچد یک نفس
غائبش را از عمل موجود کن یک شو و توحید را مشہود کن
زور ازو قوت ازو تمکیں ازو دین ازو حکمت ازو آئین ازو

Apa yang menanamkan satu napas dalam seratus hati?

Ini adalah salah satu rahasia iman dalam Tauhid.

Bersatu dan dengan demikian membuat Tauhid nampak,

Sadari arti laten dalam tindakan;

Iman dan Kebijaksanaan dan Hukum semua musim semi,

Ini adalah sumber kekuatan dan kekuasaan dan stabilitas.

Iqbal lebih menekankan bahwa finalitas kenabian adalah kebutuhan yang tanpa penyatuan umat manusia tidak mungkin dapat tercapai.

 

از رسالت دین ما آئین ما از رسالت در جہاں تکوین ما

Kenabian adalah dasar dari organisasi kami, agama kami dan hukum kami.

Kenabian bagi satu bangsa menjadi perekat ikatan persatuan nasional, namun persatuan internasional diperlukan dan ini bisa dilakukan dengan mengirimkan satu nabi ke semua bangsa di dunia. Hanya dengan demikian bisa menjadi ide pemersatu umat manusia dibawa ke kesempurnaan. Gagasan ini dapat ditemukan sebagai motif utama pemikiran dalam semua tulisan-tulisan Iqbal.

قوم زاید از دل صاحبدلے فرد بر می خیزد از مشت گلے

Individu lahir dari segelintir debu,

Bangsa lahir dari jantung orang terinspirasi.

 

Dengan demikian ide menyatukan umat manusia dan mengumpulkan bersama-sama di bawah satu  bendera dibawa  ke kesempurnaan oleh Nabi saw. Semua keterbatasan geografis dengan demikian hanyut seperti semua bar warna dan ras, dan dasar dari kesatuan umat manusia diletakkan pada prinsip dasar yang semua orang merupakan keluarga Allah dan dengan demikian satu bangsa.

Demikian dipegang oleh Iqbal bahwa membandingkan pengakuan iman adalah sangat bernegasi dalam Islam, yang merupakan sesuatu yang menyatukan, dan universal dan sama sekali tidak diversive dan eksklusif. Hal ini jauh lebih tinggi dari satu set sekedar konvensi. Ini adalah sentuhan spiritual penting yang membuat seluruh dunia menjadi satu. Iqbal meletakkan penekanan khusus pada fakta bahwa perbuatan lebih penting daripada dogma dan perilaku yang lebih berharga daripada kepercayaan. Membenci satu sama lain atas nama Tuhan dan menghindari satu sama lain untuk keselamatan jiwa yang sama sekali kecenderungan anti-sosial sebenarnya malah merusak pondasi iman agama. Oleh karena itu pengakuan martabat manusia yang melekat adalah awal yang diperlukan untuk keharmonisan manusia. Perilaku persaudaraan terhadap satu sama lain adalah satu-satunya kemuliaan umat manusia.

-Abbadullah Farooqi-

About adminislat1

Check Also

Ormas Radikal dan Demokrasi yang Tersandera

Demokrasi membuka ruang publik (public sphere) seluas-luasnya, termasuk kepada mereka yang menentangnya. Ini paradoks negeri Muslim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *