Home / Universalia / Kajian Kontemporer / Kebahagiaan dan Penderitaan

Kebahagiaan dan Penderitaan

Tauhid mengajak kita untuk melihat bahwa alam semesta secara apriori, dan menurut argumentasi para filosof, pasti harus memiliki pangkal keberadaan dan dikenal dengan wajibul wujud (necessary being). Konsep wujud ini kemudian dikembangkan dalam rangka untuk mengenal Tuhan.

Dengan argumentasi yang sama, kita membuktikan tentang keberadaan – Nya. Kemudian muncul pertanyaan lanjutan, bagaimana sifat -Nya? Dia tidak membutuhkan sesuatupun. Tidak ada faktor yang mempengaruhi-Nya. Kita belum tentu bisa memahami semua kesempurnaan, sedangkan kesempurnaan yang kita pahami bersumber dari-Nya.

Berbeda dengan sifat yang dapat diterapkan pada manusia. Seorang manusia, tidak mungkin semua tujuan perbuatannya hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk kepuasaan dirinya sendiri. Tapi untuk Tuhan, tujuan itu kembali pada makhluk, karena pada saat yang sama apabila berbuat tanpa tujuan adalah sia – sia dan suatu kemustahilan bagi Tuhan.

Mengenai masalah ini, sebagian kaum muslim salah paham,mereka menganggap bahwa karena Tuhan tidak butuh apa – apa maka melakukan segala tindakan -Nya tanpa tujuan. Mereka lupa pada hakikatnya menisbatkan keburukan kepada Tuhan yaitu bahwa Tuhan tidak bijaksana. Tuhan menciptakan manusia, tujuannya untuk manusia agar manusia mencapai kesempurnaan dan meraih kebahagiaan dengan mengaktualkan potensinya.

Manusia sempurna adalah manusia yang sempurna, sebagai manusia di alam dunia ini telah di dapatkan. Hal itu benar – benar aktual dan kita pahami bahwa kebahagiaan manusia yang sesungguhnya terletak disitu.

Dari pembuktian bahwa Tuhan itu ada, Tuhan  punya sifat kasih sayang, adil dan sebagainya, kita ketahui bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk sampai pada kesempurnaan, dan melalui kehendak. Tidak ada yang determinan dalam masalah kesempurnaan atau kesengsaraan pada manusia. Manusia berkesempatan untuk menjadi lebih hina dari batu sampai lebih mulia daripada malaikat. Ada satu spektrum yang begitu besar yang bisa di tempati manusia. Semakin menjauh dari puncak kesempurnaan niscaya semakin akan menjauh dari kebahagiaan.

About syauqi glasses

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('54.225.57.89', 1511415277, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view