Home / Universalia / Kebahagiaan & Kebaikan

Kebahagiaan & Kebaikan

Makhluk hidup adalah makhluk yang bisa melakukan hal hal yang bertolak belakang dengan sistem daya tarik umum. Benda benda padat dan tumbuhan tidak bisa berbuat seperti itu. Hewan misalnya, bisa memanjat tebing dan berpindah pindah sesuai dengan kendali kecenderungannya/insting. Sedangkan air laut tidak dapat berbuat yang sama, air laut tidak melewati dataran tinggi kecuali dikehendaki sang pencipta. Hal ini menunjukkan bahwa makhluk hidup memiliki kekuatan psikologis yang istimewa dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Kekuatan psikologis itu adalah kehendak, para ahli logika pada zaman dahulu mendefinisikan makhluk hidup sebagai sesuatu yang bergerak dengan kehendak.

 

Kekuatan psikologis/kehendak ini jumlahnya satu. Dan ternisbatkan kepada semua perbuatan yang dilakukan oleh hewan. Oleh karena itu, mustahil jika kehendak akan mengarah pada suatu perbuatan tanpa ditunjang oleh makhluk itu sendiri. Jelasnya, karena hewan memiliki kehendak yang akan menimbulkan perbuatan dan kreativitas, dan kehendak ini mempunyai tujuan tujuan yang mengarahkannya pada hal hal yang selayaknya dilakukan atau ditinggalkan. Dalam hal ini terdapat kesamaan antara manusia dan semua jenis hewan.

 

Sedangkan yang membedakan manusia dari hewan adalah tujuan tujuan manusia diawali dengan pertimbangan dan pemikiran. Manusia mampu berpikir, mencari sebab suatu kejadian, dan bisa membandingkan antara hal hal yang saling bertentangan serta mampu menganalogikan masalah masalah yang lampau dengan kejadian yang akan datang sehingga dapat memilih yang baik dan yang buruk. Sedangkan hewan hanya dikendalikan oleh ilusi untuk mengikuti naluri/insting, baik yang bersifat memerintah maupun yang bersifat melarang, dan hanya itu tidak ada selebihnya.

 

Pada diri manusia terdapat kecenderungan psikologis yang tetap yaitu cinta pada kebaikan sesuatu. Dengan kecenderungan tersebut, manusia akan berusaha mencapai yang terbaik dalam perbuatan dan tujuannya. Oleh karena itu manusia akan berusaha menyelesaikan perbuatannya sekaligus selalu berusaha tampak baik dalam setiap perbuatannya. Hal ini menjadi tanda bahwa tujuan manusia adalah mencapai kesempurnaan secara mutlak, karena kebaikan yang didambakan manusia pada setiap perbuatannya merupakan fenomena yang segala tujuannya berkaitan dengan sebuah kesempurnaan.

 

Jika kita mengetahui cara cara mendapatkan kebahagiaan dan kebaikan agar bertujuan mengembalikan setiap manusia pada keseimbangan, maka jelas yang mengantarkan manusia kepada kesempurnaan dalam hidupnya adalah perbuatan perbuatan baik yang dilakukannya. Sebagaimana ungkapan para filosof klasik bahwa tujuan perbuatan manusia adalah kebahagiaan dan kebaikan bagi dirinya sendiri.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *