Home / Featured / Kebebasan memilih

Kebebasan memilih

Manusia dalam dimensi tubuhnya tidak bisa melawan hukum alam yang telah melekat padanya. Manusia tidak bisa terbang seperti burung, tidak bisa menyelam ke laut seperti ikan, tidak bisa berlari secepat macan tutul. Tetapi karena manusia punya akal sebagai pusat pikiran, tangan yang terampil, kehendak yang dinamis maka manusia lebih luas wilayah kebebasannya. Bahkan tidak ada yang bisa membatasi imaginasi manusia.

 

Dari sini semakin jelas bahwa konsep takdir bukanlah suatu yang tertutup dan final, tetapi selalu dinamis dan terbuka bagi kemungkinan kemungkinan baru. Dengan kata lain manusia memiliki kreatifitas sehingga bisa merakit dunia sekaligus diambil manfaatnya. Dari berbagai makna kebebasan dalam wacana filsafat dan keagamaan, kebebasan yang paling tinggi adalah “Ethic Freedom” yang bermakna bebas dari jeratan nafsu yang menghalangi kedekatan kepada Tuhan. Dan dalam bahasa agama pada dasarnya kalimat syahadat pada dasarnya adalah proses pembebasan seseorang supaya tidak menyembah berhala yang menghalangi kedekatan kepada Tuhan.

 

Dalam melakukan pilihan manusia akan memilih sesuatu yang baik, lebih baik dan yang terbaik. Tetapi kemampuan menentukan kategori pilihan tersebut tergantung dari dorongan nafsu, perasaan dan kecenderungan seseorang. Agama mengajarkan kepada kita setiap manusia tidak luput dari kesalahan, oleh karena itu manusia bebas berbuat sesuatu tetapi manusia tidak bisa bebas dari perbuatan yang dilakukannya. Tidak ada paksaan bagi seseorang beriman atau tidak beriman, tugas para Nabi dan Rasul adalah mengajarkan kebenaran secara persuasif tetapi pilihan akhir diberikan kepada setiap individu.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *