Home / Featured / Kemestian Bermazhab

Kemestian Bermazhab

Banyak orang yang menganggap mazhab adalah keyakinan tambahan bagi agama, sehingga karena itu sebagian orang memberikan syarat syarat tambahan bagi kemusliman. Akibatnya, fanatisme & sektarianisme dan konflik muncul dan menyertai sejarah umat islam sejak Nabi wafat sampai zaman modern sekarang kini. Bahkan, mazhab terkadang mendominasi agama.

Apakah bermazhab adalah keharusan? Bisakah menganut islam tanpa mazhab? Mengapa bermazhab? Dan berapa cara bermazhab?

Cara pandang dan interpretasi terhadap islam disebut mazhab. Mazhab adalah istilah bahasa arab yang berarti jalan yang dilewati/sesuatu yang menjadi tujuan seseorang. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara/jalan tersebut menjadi ciri khasnya.

Dalam pandangan ulama, yang dinamakan mazhab adalah metode/manhaj yang dibentuk setelah melalui proses pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang meyakininya menjadikan pedoman yang jelas batasan batasannya, bagian bagiannya, dibangun di atas prinsip prinsip akidah islam.

Mazhab adalah cara pandang setiap orang tentang wahyu yaitu Al quran dan sunnah, baik yang terkumpul dalam sistem yang terancang meliputi macam macam tema dan bidang dengan nama tertentu, maupun yang tidak sistemik dan tidak bernama.

Kebanyakan umat islam mengikuti mazhab yang terorganisir dalam akidah, syariat dan akhlak. Sebagian yang lain tetap menggunakan cara pandang sendiri. Dengan kata lain, bermazhab adalah konsekuensi logis sebagai cara memahami dan menafsirkan wahyu yang diterima Nabi yaitu Al quran dan sunnah.

Setiap orang yang telah memilih dan mengikuti mazhab secara sadar atau tidak sadar, akan menggunakan persepsi subjektif & relatifnya dalam menerima penjelasan mazhab yang diyakininya. Artinya, bermazhab secara sistemik maupun tidak, setiap orang pasti menjadikan persepsi mentalnya sebagai dasar keberagamaannya dan kemuslimannya.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *