Home / Featured / “Logika Pedagang & Logika Budak Dalam Membangun Masyarakat”

“Logika Pedagang & Logika Budak Dalam Membangun Masyarakat”

Dalam kultur masyarakat terdapat pembahasan tentang kualitas pengabdian seseorang. Sebab setiap bentuk perbuatan seseorang pada dasarnya merupakan bentuk pengabdian. Perbedaannya adalah pada sasaran pengabdiannya. Yang pertama dan yang kedua ditujukkan kepada “masyarakat awam” sedangkan yang ketiga ditujukkan kepada “orang orang khusus dan pilihan”.

 

Jenis pengabdian pertama layaknya seorang “budak” yang melakukan sesuatu karena terpaksa dan berada dalam kondisi psikologis ketakutan, takut dimarahi, takut dicambuk, takut tidak diberi makan dan hal hal lainnya.

 

Sedangkan jenis pengabdian kedua layaknya seorang “pedagang” yang melakukan sesuatu dalam hitungan untung rugi dalam aspek materi. Dan kalkulasinya, biasanya yang disebut untung ketika yang diperoleh lebih banyak dari modal yang keluar.

 

Setiap orang yang kagum dengan sebuah karya pasti bertanya tentang siapa pembuatnya, ketertarikan alamiah pada keindahan dan kesempurnaan yang dirasakan itulah yang menjadi penggerak siapapun mencari “yang lebih” di atas baik sempurna dalam bentuk keadilan yang menakutkan maupun sempurna dalam bentuk keindahan yang menggoda.

 

Seseorang yang menganggap berlangsungnya kehidupan sebagai kesempatan yang dihamparkan Tuhan tentu akan berusaha meraih posisi lebih dekat dengan Sang Pencipta agar lebih dekat dengan posisi merdeka dari materialistik dan egoistik. Kemerdekaan atau pembebasan diri dari tujuan bekerja demi masyarakat semestinya diyakini sebagai hasil dari sebuah usaha, karena realitas sosial menginginkan hanya mereka yang merdeka yang bisa dan dianggap layak mengajak orang lain untuk mendapatkan kemerdekaan serupa.

 

Apabila tangan terbelenggu bisakah anda melepaskan tangan orang lain? Jika jiwa terkurung dalam cinta diri mungkinkah bisa membebaskan orang lain? Selanjutnya menjadi mustahil membebaskan masyarakat dari persoalan jika jiwa sendiri masih terpenjara di rumah tahanan dunia dan ego. Jika sang pemimpin masih mengharapkan sesuatu seperti seorang “pedagang” atau bahkan “budak” maka tujuan maslahat masyarakat tidak akan pernah terwujud.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *