Home / Universalia / Pandangan Dunia / Materialisme Di Zaman Modern

Materialisme Di Zaman Modern

Kata “materialisme” terdiri dari kata “materi” dan “isme”. “Materi” dapat dipahami sebagai bahan/benda atau segala sesuatu yang tampak”. “Materialisme” adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang tidak terlihat panca indra. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai “materialis”. Orang-orang ini adalah para pengusung pandangan materialisme atau juga orang yang mementingkan kebendaan semata mata.

 

Seperti kita ketahui pada abad 18 dan 19 materialisme mengambil bentuk sebuah mazhab yang belum pernah ada sebelumnya. Biasanya para penulis sejarah filsafat tidak menemukan pernyataan tertentu tentang tidak kekalnya materi yang berujung pada penolakan terhadap eksistensi Tuhan. Tetapi karena inilah yang menyebabkan banyak orang berangggapan bahwa ada hubungan antara materialisme sebagai mazhab pemikiran dan materialisme sebagai ilmu pengetahuan.

 

Kecenderungan ke arah materialisme di zaman kuno sudah ada di kalangan kaum berpendidikan dan kalangan buta huruf. Di zaman modern terjadi hal yang serupa, yaitu kaum materialis dapat ditemukan dalam semua kelas sosial sebagaimana juga kecenderungan spiritual ditemukan. Seorang pemikir barat Bertrand Russel mengatakan “Manusia adalah produk dari penyebab yang tidak memiliki akhir karena asal usulnya, pertumbuhannya, harapan dan ketakutannya hanya berasal dari atom atom yang bersifat aksidental”. Dengan demikian Russel menolak adanya kekuatan sadar yang menguasai alam semesta.

 

Oleh karena itu agama yang semestinya menjadi panduan dan pertanda berubah menjadi tidak berarti dan hampa menjadi layaknya sebuah materi seperti benda benda dan barang yang memiliki konsekuensi penolakan dan penentangan terhadap agama, karena dalam pandangan materialisme mereduksi total manusia. Padahal manusia memiliki kompleksitas dirinya yang tak dapat diukur, misalnya saja ketika berhadapan dengan momen-momen eksistensial seperti pengambilan keputusan, kecemasan, takut, dan lain sebagainya.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *