Home / Featured / Menaklukkan Dunia Material

Menaklukkan Dunia Material

Kita hidup di era di mana segala hal yang bersifat materi memiliki nilai yang berharga dalam masyarakat. baik itu berupa uang, harta, emas dan segala bentuk materi yang dipandang sebagai parameter kekayaan seseorang. Dalam tulisan singkat ini saya akan memberikan cara pandang yang berbeda terhadap dunia material yang dianggap belenggu bagi orang yang menjalani laku sufi.

Laku sufi sendiri adalah suatu paham yang berorbit pada kekekalan jiwa dengan larutnya seseorang dalam dunia spiritual yang memberi ketenangan bagi jiwanya. Lantas langkah apa yang sebaiknya kita ambil untuk menaklukkan dunia material? Apakah kita mampu menjinakkan dunia material jika kita masih hidup di dalamnya atau apa cara terbaik untuk bersatu dalam alam spiritual tanpa memisahkan diri dari alam material?

Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Pastinya kita menyadari segala keagungannya yang terbentang luas dimuka bumi ini. Alangkah baiknya kita mensyukurinya dengan menjadi orang baik. berlaku adil dan berjiwa besar. Karena hanya dengan menjadi orang baik tuhan akan memberikan kebaikan dalam hidup kita.

Walaupun kebaikan yang kita lakukan terkadang tidak berarti dimata orang, tapi yakinlah di mata Tuhan tidak ada kebaikan yang sia-sia. Begitu pula untuk menaklukkan dunia material, berbuat baik dan menjadi orang baik ibarat kapal layar yang berlayar pada samudra dunia material demi menuju alam spiritual. Hal seperti inilah yang dilakukan kelompok yang berpaham sufistik, membunuh kejahatan diri sendiri melalui kebaikan terhadap orang lain.

Menaklukkan dunia material juga bisa dimulai dengan menjernihkan hati. Adapun langkah yang bisa kita ambil seperti, menghilangkan prasangka, dendam, amarah dan kesombongan, salah satu yang paling berbahaya adalah kesombongan. Mengapa? karena kesombongan adalah awal dari terbentuknya ideologi kekerasan, paham konservatif-radikal dan semua ideologi anti keberagaman.

Orang yang sombong akan merasa bahwa dialah yang terbaik dalam segala hal. orang seperti ini tidak akan pernah bisa berbaur dengan orang lain, tidak akan sanggup memahami derita yang dialami orang lain dan tidak mungkin rela untuk mengorbankan aksesoris keduniaannya untuk kebahagiaan orang lain.

Kita adalah makhluk yang percaya Tuhan. Sebagai supernatural being, Tuhan tidak bisa diprediksi keberadaannya dengan pandangan manusia dengan kefanaannya. Walaupun demikian, bukan tidak mungkin kita bisa dekat sedekat-dekatnya kepada sang pencipta. Seperti para kiai-kiai dan alim ulama mereka bisa dikatakan dekat dengan Tuhan walaupun kedekatannya memiliki tingkat yang berbeda.

Hanya mereka sendiri yang tahu akan hakikat kedekatannya dengan Tuhan, bukan manusia. Seseorang yang sudah menempati posisi yang sangat dekat kepada Tuhannya pasti akan menebar kebaikan kepada semua umat manusia.

Bukannya menebar kebencian kepada golongan lain seperti yang akhir-akhir ini bisa kita temukan dimedia, orang yang diagung-agungkan oleh kelompoknya sebagai ulama tetapi akhlak dan perilakunya dan bahkan perkataannya bagaikan air comberan yang kotor dan tidak berguna.

Adapun yang yang terakhir dari langkah untuk menaklukkan alam materi yang fana demi menggapai alam spiritual kekal adalah dengan mengingat Allah SWT. dalam ajaran Islam ini disebut dengan zikir. Bukan zikir biasa yang hanya keluar dari lisan saja, tetapi zikir untuk mendekatkan diri adalah zikir tiga dimensi lisan, akal dan hati.

Ketika ketiga dimensi ini menyatu dalam aliran zikir seseorang kedekatannya kepada sang pencipta dan segala sesuatu yang tidak bisa disentuh oleh panca indraakan dapat dilihat oleh mata batin. Hal seperti ini memerlukan perjuangan yang sangat berat. yang hanya bisa dilakukan dengan kesabaran, komitmen dan kesungguhan.

Di akhir tulisan ini saya ingin berpesan khususnya kepada diri saya sendiri. Setiap perjuangan memiliki jalannya sendiri, kemenangan juga bisa dicapai hanya dengan bertatih-tatih di jalan yang tepat. Karena jika seseorang tidak sanggup untuk berjalan pada jalan cita-citanya semua harapan hanya jadi omong kosong belaka.

Bagaikan kapal yang harus berlayar dilautan, tapi mencoba untuk berlayar diatas daratan. Intinya apa? Berjalanlah di jalan yang ingin engkau tempuh dan kuatkan diri untuk sabar dan tidak mudah menyerah.

 

Sumber : http://www.qureta.com/post/menaklukkan-dunia-material

About syauqi glasses

Check Also

TASAWUF – Mereka Yang Diberi Hidayah Khusus Oleh Allah

“Dan Allah – yang mulia dengan segala asma-Nya – dalam waktu ke waktu dan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('23.20.129.162', 1511068393, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view