Home / Keindonesiaan / Mengurai Pancasila!

Mengurai Pancasila!


Bendera Merah Putih Wallpaper (1) copyPendahuluan

Ideologi, falsafah, dasar erat kaitanya dengan kepribadian, jiwa dan pandangan hidup bangsa dalam menjalankan kehidupana sebagai makhluk tuhan ataupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap bangsa memilki ideologi, falsafah dan dasar negara yang tertulis atau pun tidak tertulis dan di jadikan dasar, landasn dalam pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga membedakan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain.

Di Indonesia kita mengetahui bahwa ideologi, dasar, dan falsaafh kita adalah PANCASILA yang dijadikan dasar dalam membuat peraturan, maupun hukum serta merupakan kepribadian dan jiwa bangsa.

Arti Pancasila

Arti Pancasila berasal dari bahasa sansekerta India (kasta brahmana). sedangkan menurut Muh Yamin, dalam bahasa sansekerta , memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu : panca : yang artinya lima, syila : vokal i pendek, yang artinya batu sendi, alas, atau dasar. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting.

Kata kata tersebut kemudian dalam bahasa indonesia terutama bahasa jawa diartikan “susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas. oleh karena itu secara etimologi kata “pancasila” yang dimaksud adalah istilah “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. adapun istilah “pancasyiila” dengan huruf Dewanagarii bermakna “lima aturan tingkah laku yang penting”

Perkataan pancasila mula-mula terdapat dalam perpustakaan Budha India. ajaran budha bersumber pada kitab suci Tri Pitaka dan Vinaya pitaka, yang kesemuanya itu merupakan ajaran moral untuk mencapai surga. ajaran pancasila menurut Budha adalah merupakan lima aturan (larangan) atau five moral principles, yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganutnya. adapun isi lengkap larangan itu adalah :

Panatipada veramani sikhapadam samadiyani, artinya “jangan mencabut nyawa makhlum hidup” atau dilarang membunuh.

Dinna dana veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan mengambil barang yang tidak diberikan.” maksudnya dilarang mencuri.

Kameshu micchacara veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berbuat zina.

Musawada veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berkata bohong atau dilarang berdusta.

Sura merayu masjja pamada tikana veramani, artinya janganlah minum-minuman yang memabukkan.

Nilai nilai pancasila secara intrinsik bersifat filosofis, dan di dalam kehidupan masyarakat indonesia nilai pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup (pandangan hidup). nilai dan fungsi filsafat pancasila telah ada jauh sebelum indonesia merdeka. hal ini dibuktikan dengan sejarah majapahit (1293). pada waktu itu hindu dan budha hidup berdampingan dengan damai dalam satu kerajaan. Empu prapanca menulis “negara kertagama” (1365). dalam kitab tersebut telah terdapat istilah “pancasila”

Empu tantular yang mengarang buku “sutasoma” yang di dalamnya memuat seloka yang berbunyi : “Bhineka Tunggal ika tan Hana Dharma Mangrua”, artinya walaupun berbeda namun satu jua adanya, sebab ada tidak agama yang memiliki Tuhan yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu agama Hindu dan Budha. bahkan salah satu kerajaan yang menjadi kekuasaannya yaitu pasai jutru telah memeluk agama islam.

Sumpah palapa yang diucapkan Mahapatih Gadjah mada dalam sidang ratu dan para menteri di pasebahan keprabuan Majapahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut : “Saya baru akan berhenti berpuasa makan palapa, jikalau seluruh nusantara bertakhluk di bawah kekuasaan negara, jikalau gurun, seram, tanjungpura, Haru, pahang, Dempo, Bali, Sunda, palembang, tumasik telah dikalahkan”. (Yamin ; 1960:60)

Dalam kehidupan bangsa indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup (filsafat hidup) yang berkembang dalam sosio-budaya Indonesia. nilai pancasila dianggap sebagai nilai dasar dan puncak (sari-sari) budaya bangsa, karenanya nilai ini diyakini sebagai jiwa dan kepribadian bangsa.

Sebagai ajaran filsafat, pancasila mencerminkan nilai dan pandangan mendasar dan hakiki rakyat indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang Maha Esa sebagai asas fundamental dalam kesemestaan yang kemudian juga dijadikan fundamental kenegaraan yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. demikian pula asas kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia dan seterusnya dimana nilai nilai tersebut secara bulat dan utuh mencerminkan asa kekeluargaan, cinta sesama dan cinta keadilan.

Berdasarkan asa-asa fundamental ini, maka disarikan pokok-pokok ajaran filsafat pancasila menurut Lapasila IKIP Malang (yang saat ini menjadi Universitas Malang) sebagai berikut :

  1. Tuhan Yang Maha Esa
  2. Budinurani manusia
  3. Kebenaran
  4. Kebenaran dan keadilan
  5. Kebenaran dan keadilan bagi bangsa Indonesia.

Dalam perkembangan selanjutnya pancasila tetap tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang susunan sila-silanya sebagai berikut :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

 

Fungsi – fungsi Pancasila

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia :

Ideoligi berasal dari kata “Idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita dan logos yang berarti ilmu jadi Ideologi dapat diartikan adalah Ilmu pengeertian – pengertian dasar. Dengan demikian Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dimana pada hakekatnya Pancasila merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi – ideologi lain di dunia, namun Pancasila di angkat atau di ambil dari nilai-nilai adat-istiadat, kebudayaan serta religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara sebelum membentuk suatu negara, dengan kata lain pancasila merupakan bahan yang di angkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia.

Berbicara tentang ideologi yang menjadi rujukan pandangan hidup Negara Prof.Dr.Wiliam T.Blum PhD, guru besar dalam political Science pada Chicago University dalam bukunya Modern Political/”Idologies and Atitudes \”(Culture) membagi 4 teori mengenai Ideologi yaitu :

  1. Teori Kepentingan yaitu ideologi itu bersifat kejiwaan yang bisa di selidiki dan di jelaskan.
  2. Teori Kebenaran yaitu usaha kebenaran dapat diwujudkan dengan usaha politik.
  3. Teori Kesulitan Sosial yaitu Ideologi yang lahir dari hal – hal yang tidak di sadari, sebagainpola jawaban terhadap kesulitan – kesulitan yang timbul dari masyarakat.
  4. Teori Kesulitan Kultural yaitu ideologi yang timbul karena hal -hal yang menyangkut hubungan perasaan dan arti hidup(Sentiment and Meaning).

Dalam upaya actualisasi ideologi melalui kegiatan pandangan hidup yang akhirnya akan menciptakan jati diri bangsa yang merupakan identitas dan kepribadian bangsa serta sebagai manifiestasi ideologi yang telah berakar kuat menjadi\”Pandangan Hidup”.

Dengan kata lain kita sudah mengetahui bahwa Ideologi kita adalah PANCASILA yaitu :

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Di dalam sila – sila tersebut ada sila ke-4 yang menunjukan demokrasi dan sila kelima menunjukan sosialisme jadi Indonesia adalah campuran demokrati dan sosialis tapi bukan negara sosialis karena di dalam Pancasilla juga terdapat sila yang mengakui adanya tuhan YME yaitu sila-1 dan selain ketiga sila – sila tersebut juga terdapat sila ke-2 dan ke-3 yang kesemua sila tersebut terdapat ciita – cita dan tujuan Bangsa Indonesia.

Selain itu di dalam sila – sila terdapat butir butir sila yang merupkan nilai – nilai adat – istiadat, kebudayaan, religius hidup serta indentitas bangsa Indonesia yang heterogen dan mempunyai nilai universal yang bermakna dapat di terima dan sesungguhnya dapat di terapkan di seluruh dunia.

-Yanda Sadra-

About adminislat1

Check Also

Dalam NKRI Tak Ada Orang Kafir

Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tak ada orang kafir. Pemeluk agama disebut berdasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *