Home / Featured / Nestapa Manusia

Nestapa Manusia

Ketika pesta kebun sudah siap menerima kedatangan sang pengantin, ketika bunga hiasan dan penutup meja sudah terpasang dengan santapan tersaji dan tertata indah, tiba tiba datang berita duka sang pengantin mendapatkan musibah kecelakaan ketika hendak menuju tempat rumah perayaan pesta. Lalu apa yang terjadi dalam pesta perayaan tersebut?

 

Inilah pertanyaan seorang filosof kenamaan prancis Jean Paul Sartre ketika berusaha mejelaskan kenyataan manusia yang sejati yang disebut sebagai sunyi, senyap, kering, tanpa arti ketika badai tersebut datang menerpa manusia. Padahal manusia pada saat itu sedang dalam puncak kebahagiaan dan kebanyakan belum siap menerima kenyataan itu, bahkan tidak jarang dalam sekejap bisa mendadak gila ketika akal sehatnya tidak kuat bertahan.

 

Memang manusia akan menemukan kehampaan diri pada saat tantangan kehidupan datang, seperti kekacauan nasib dan tidak menentunya masa depan yang tidak menunjukan tanda tanda secercah cahaya yang datang tanpa berhenti sejenak agar mampu mengambil ancang ancang hanya sekedar bertahan. Manusia sadar bahwa dirinya adalah tempat keterbatasan layaknya debu di gurun pasir yang luas yang dalam kondisi demikian menyadari kesadaran tentang Tuhan yang akan memberinya nafas kearifan bersimpuh dihadapan singgasana Tuhan sekaligus mengakui kenisbian sebagai manusia dengan semua keterbatasannya.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *