Home / Featured / Nestapa Skeptisisme

Nestapa Skeptisisme

Selain penyakit kejiwaan, sikap ragu ragu juga melahirkan nestapa spiritual dan material bagi masyarakat. Pengingkaran nilai ilmu pengetahuan memupuskan harapan bagi kemajuan ilmu dan pembelajaran, menutup ruang nilai nilai moral dan perannya dalam masyarakat sekaligus mencerabut landasan intelektual agama. Sebenarnya, pukulan terbesar mengarah pada dogma dogma agama, keyakinan keyakinan yang tidak berhubungan dengan urusan urusan material dan bendawi. Ketika ombak keraguan menerjang relung relung jiwa masyarakat, keyakinan keyakinan kodrati tentunya menjadi paling rentan terguncang.

 

Oleh karena itu, skeptisisme merupakan wabah sangat berbahaya dan mengancam seluruh aspek kehidupan masyarakat dengan kehancuran. Seiring dengan penyebaran wabah ini, tidak ada sistem etika, politik dan agama yang dapat tetap stabil sehingga tersedia alasan untuk segala macam tindakan kejahatan, ketidakadilan, dan penindasan. Atas dasar itulah perjuangan melawan skeptisisme adalah tugas semua sarjana dan filosof sekaligus merupakan tanggung jawab agamawan, pendidik, politisi, reformis sosial perlu bekerja keras melawan wabah yang sama.

 

Pada abad 17 berbagai aktivitas digalang untuk membenahi kerusakan kerusakan yang diakibatkan renaisans termasuk di dalamnya memerangi skeptisisme. Kalangan agamawan cenderung memutus agama dengan logika dan ilmu dan membentengi ajaran ajaran agama dengan kalbu dan iman (faith). Di sisi lain, para filosof dan cendikiawan berupaya menemukan asas asas pengetahuan dan nilai yang teguh dan kokoh sehingga guncangan intelktual dan gonjang ganjing sosial tidak terjadi.

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *