Home / Featured / Patung Liberty dan Simbol Kebebasan Imigran Amerika

Patung Liberty dan Simbol Kebebasan Imigran Amerika

Seorang seniman Yahudi-Amerika bernama Emma Lazarus, sempat menulis puisi dalam sebuah acara galang dana di Taman Kota Madison untuk membantu pengungsi Yahudi-Rusia di tahun 1800-an. Pada 1883, saat berumur 34 tahun, Lazarus menulis buku puisi berjudul “The New Colossus”.

Dalam puisi yang ditulisnya saat amal di kota Madison, Lazarus merasa Patung Liberty adalah simbol harapan dan keramahan bagi para Imigran. Menurut Esther Schor, penulis biografi Lazarus, patung ini adalah “bentuk khusus dari seorang ibu–Ibu dari orang-orang buangan–yang tidak ingin memiliki keturunan tapi mengadopsi siapapun yang terbuang, yatim dan teraniaya.” dikutip dari Buzzfeed.

Beginilah bunyi dari puisi tersebut:

Not like the brazen giant of Greek fame,
With conquering limbs astride from land to land;
Here at our sea-washed, sunset gates shall stand
A mighty woman with a torch, whose flame
Is the imprisoned lightning, and her name
Mother of Exiles. From her beacon-hand
Glows world-wide welcome; her mild eyes command
The air-bridged harbor that twin cities frame.
“Keep, ancient lands, your storied pomp!” cries she
With silent lips. “Give me your tired, your poor,
Your huddled masses yearning to breathe free,
The wretched refuse of your teeming shore.
Send these, the homeless, tempest-tost to me,
I lift my lamp beside the golden door!”

Dengan terjemahan:

Tak seperti raksasa pemberani dari Yunani

dengan tungkai penakluk yang mengangkang dari tanah ke tanah;

Disini, di hanyutnya laut kita, berdirilah gerbang matahari yang terbenam

Seorang wanita perkasa dengan sebuah obor, yang apinya

Adalah cahaya yang membebaskan, dan namanya

Ibu dari yang terbuang, dari suar-tangannya

Bercahaya sambut seluruh dunia; perintah matanya yang lembut

Pelabuhan dari jembatan yang mengudara, yang meghubungkan dua kota

“Jagalah, tanah-tanah leluhur, ceritamu begitu megah!’ dia menangis

dengan bibir yang terdiam. “Berikan aku lelahmu, miskinmu,

Ringkukanmu yang banyak itu merindukan kebebasan,

Si malang menolak lembah kekayaan.

Kirimkanlah ini semua, mereka yang tak memiliki rumah, badai-badai itu padaku

Aku angkat lampuku disamping pintu emas!!”

Puisi Lazarus tersebut saat ini ditempatkan pada alas patung Liberty, dan dipasang 16 tahun setelah Lazarus meninggal dunia. Hal itu terjadi karena Georgina Schuyler merekomendasikan agar puisi yang penuh arti itu menjadi simbol Amerika dengan tangan terbuka menerima para Imigran.

Tapi setelah pelarangan masuknya Imigran muslim ke Amerika, kartunis dan masyarakat lainnya merespon dengan menggambar patung liberty dan menyuarakan bahwa hal ini bertentangan dengan simbol yang sangat terkenal itu.

 

Sumber : https://indopress.id/patung-liberti-dan-simbol-kebebasan-imigran-amerika/

 

About syauqi glasses

Check Also

TASAWUF – Mereka Yang Diberi Hidayah Khusus Oleh Allah

“Dan Allah – yang mulia dengan segala asma-Nya – dalam waktu ke waktu dan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *