Home / Featured / Pembentukan Masyarakat Madinah

Pembentukan Masyarakat Madinah

Sebelum beliau tiba, berita tentang keberangkatanya bersama Abu Bakar R.A telah tersiar ke Madinah. Setiap pagi penduduk kota itu banyak yang keluar rumah sambil memandang ke arah datangnya manusia besar. Bila terik matahari terasa membakar, mereka pulang kembali ke rumah masing-masing dengan tetap memendam harapan.

Nabi sampai di Kota Madinah ketika kaum Anshar telah sampai masuk rumahnya masing-masing. Apa yang dilakukan oleh kaum Anshar setiap harinya itu disaksikan oleh kaum Yahudi.

Orang yang pertama kali melihat kedatangan Nabi d Madinah adalah seorang Yahudi. Orang Yahudi tersebut berteriak sekeras mungkin untuk memberitahukan kedatangan nabi pada kaum Anshar. Ketika kaum Anshar mendengar berita itu, mereka segera keluar untuk menyambut kedatangan Nabi bersama Abu Bakar.

Waktu itu Nabi sedang beristirahat di bawah di pohon kurma. Kaum Ansar yang datang menyambut kedua orang itu tidak dapat membedakan manakah di antara keduanya yang Nabi Muhammad. Karena mereka belum pernah mengenal wajah Nabi sebelumnya.

Pemandangan kota Madinah waktu itu sangat meriah. Segenap penduduknya diliputi oleh suasana kegembiraan yang luar biasa. Gadis gadis Anshar mnyenandungkan lagu untuk menyambut kedatangan Nabi dengan semangat.

Di Madinah inilah, Muhammad mulai mengumpulkan kekuatanya yang telah meluas ke penjuru kawasan-kawasan oasis di padang pasir sekitarnya. Sampai Allah mengizinkan utusa-Nya untuk berperang melawan demi melindungi keselamatan kaum beriman.

Pada masa-masa inilah kewenangan dan perjuangan Rasulullah muai bertambah luas juridiksinya, sampai wahyu yang diturunkan kepadanya sudah dalam bentuk final.

Dari bagian-bagian al-Quran yang paling akhir diturunkan terdapat penekanan yang lebih difokuskan pada pengaturan tata cara ibadah, dengan dampak moral sosialnya, beberpa aturan demi ketentraman sosial, tentang properti kepemilikan, perkawinan dan persoalan mawarith.

Al-Barra menceritakan bahwa sahabat Rasulullah SAW yang paling awal datang ke Madinah ialah Mush’ab bin Umair dan Ibnu Ummi Maktum.

Dua orang itulah yang pertama kali mengajarkan Al-Quran kepada kami. Kemudian menyusul Ammar bin Yasir, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Umar Ibnul Khattab bersama kafilah yang terdiri dari dua puluh orang. Setelah mereka, barulah Rasulullah SAW menyusul.

Pembentukan Masarakat Madinah

A. Membangun Masjid

Masjid merupakan institusi dakwah pertama yang dibina Rasululluah SAW, setibanya di Madinah. Beliau  menjadi nadi pergerakan islam yang menghubungkan manusia degan penciptanya, serta manusia dengan sesama manusia.

Masjid menjadi lambang akidah umat Islam atas keyakinan tauhid kepada Allah SWT. Pembinaan masjid ini mengokohkan dakwah Rasulullah untuk menyebarkan risalah wahyu kepada kaum muslimin. Masjid juga menjadi tempat perbincangan antara Rasulullah saw.dan para sahabat tentang masalah umat.

Sejarah berdirihnya Masjid Nabawi

Rasulullah SAW telah membangun dan membina masjid Nabawi dengan berlandaskan ketakwaan kepada Allah SWT. Masjid ini terletak pada ketingian 597m di atas permukaan laut.

Letak masjid Nabawi yang berada di tengah-tengah kota Madinah Al Munawwarah bagaikan bulan purnama dan permata yang bersinar sebagai sumber cahaya keindahan Islam.

Dalam sejarah dijelaskan, ketika Rasulullah SAW keluar dari Qubah menuju Madinah banyak sekali pengikut beliau berebut agar dapat memegang dan menarik tali unta miliknya. Semuanya berebut agar Rasulullah berkenan menjadi tamu kehormatan kerumah masing-masing penduduk Madinah.

Dengan penuh kearifan, beliau menjawab permintaan dan tawaran penduduk Madinah seraya berkata, biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah Allah.[6]

B. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar

Kaum muslimin yang berhijrah dari Mekah ke Madinah disebut “muhajirin” dan kaum muslimin penduduk Madinah disebut “anshor”. Kaum muslimin Mekah yang berhijrah ke Madinah banyak menderita kemiskinan, karena harta benda dan kekayaan mereka ditinggalkan di Mekah, di waktu mereka berhijrah ke Madinah melarikan agama dan keyakinan yang mereka anut.

Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar. Jalinan ini diasaskan kepada kesatuan cinta kepada Allah serta pegangan akidah Tauhid yang sama.

Persaudaraan ini membuktikan kekuatan kaum muslimin melalui pengorbanan yang besar sesama mereka yang tanpa membeda-bedakan pangkat,bangsa dan harta.selain itu, persaudaraan ini turut memadamkan api persengketaan di kalangan suku Aus dan Khajraz.

Ali ibn Abi Thalib dipilih menjadi saudara nabi sendiri. Abu Bakar nabi saudarakan dengan Kharijah ibnu Zuhair. Ja‟far ibnu Abi Thalib dengan Mu‟az ibnu Jabal.

Rasulullah telah mempertalikan keluarga-keluarga Islam. Masing-masing keluarga mempunyai pertalian yang erat dengan keluarga-keluarga yang banyak, karena ikatan persaudaraan yang diadakan rasulullah.

Persaudaraan ini pada permulaannya mempunyai kekuatan dan akibat sebagai yang dipunyai oleh persaudaraan nasab, termasuk di antaranya hal pusaka, hal tolong menolong dan lain-lain.

C. Perjanjian Hudaibiyah:

Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, Nabi Muhammad SAW dengan sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekah bukan untuk berperang, tetapi untuk melaksanakan ibadah umrah. Namun penduduk Mekah tidak mengizinkan mereka asuk kota. Akhirnya, diadakanya perjanjian Hudaibiyah yang isinya antara lain sebagai berikut.

  • Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka’bah tahun itu tetapi ditangguhkan sampai tahun depan.
  • Lama kunjungan dibatasi hanya sampai tiga hari.
  • Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekkah yang melarikan diri ke Madinah, namun sebaliknya, pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekkah.
  • Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekkah.
  • Tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin bebas melakukanya tanpa mendapat rintangan

Dengan perjanjian ini, harapan untuk mengambil alih Ka’bah dan menguasai Mekkah semakin terbuka.

Ada dua faktor pokok yang mendorong kebijaksanaan ini. Pertama, Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam, Islam bisa tersebar keluar.

Kedua, Apabial suku Quraisy dapat diislamkan, Islam akan memperoleh dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar.[10]

D. Membuat Perjanjian Saling Membantu antara sesama kaum Muslimin dan Bukan Kaum Muslim.

Selanjutnya nabi menulis sebuah perjanjian antara kaum Muhajirin dan Anshor dengan kaum Yahudi di Madinah. Dalam perjanjian itu di tegaskan secara gamblang penetapan tentang, Agama dan harta benda mereka, serta syarat-syarat lain yang saling mengikat kedua belah pihak. Isi perjanjiannya sebagai berikut:

1. Kebebasan beragama bagi semua golongan dan masing-masing golongan mempunyai wewenang penuh terhadap anggota golongannya.

2. Semua lapisan baik Muslim maupun Yahudi harus tolong-menolong dan saling membantu untuk melawan siapa saja yang memerangai mereka. Semua wajib mempertahankan kota Madinah bila ada serangan dari luar.

3. Kota Madinah adalah kota suci yang wajib di hormati oleh mereka yang terikat dengan perjanjian itu. Apabila terjadi perselisihan antara Muslim dan Yahudi, maka urusan itu diserahkan kepada Allah SWT. dan Rasul (Al-qur’an dan Sunah).

4. Mengakui dan mentaati kesatuan pimpinan untuk kota Madinah yang disetujui dan dipegang oleh Nabi Muhammad SAW.

E. Meletakan Dasar-Dasar  Politik, Ekonomi, dan Sosial untuk Masyarakat Baru

Ketika masyarakat Islam terbentuk maka diperlukan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakat yang baru terbentuk tersebut. Oleh karena itu, ayat ayat Alquran yang diturunkan dalam periode ini terutama ditunjukan kepada pembinaan hukum.

Ayat-ayat ini kemudian diberi penjelasan oleh Rasulullah, baik dengan lisan maupun dengan perbuatan beliau sehingga terdapat dua sumber hukum dalam Islam, yaitu Alquran dan hadis. Dari kedua sumber hukum islam tersebut didapat suatu sistem untuk bidang politik, yaitu sistem musyawarah.

Dan untuk bidang ekonomi dititikberatkan pada jaminan keadilan sosial, serta dalam bidang kemasarakatan, diletakkan pula dasar-dasar persamaan derajat antara masyarakat dan manusia, dengan penekanan penekanan bahwa yang menentukan derajat manusia adalah ketakwaan.

F. Membuat Dasar-Dasar Sistem Sosial.

Untuk membentuk masyarakat yang beradab Rasulullah merumuskan sistem sosial seperti al-ukhuwah (persaudaraan), al-musaawah (persanaab), al-tasamuh (toleransi), al-musyawarah (musyawarah) dan al-muawanah (kerjasama).

Dasar-dasar atau prinsip-prinsip ini diambil dari wahyu Allah dan hadis-hadis Nabi sendiri sebagai seorang Rasul yang diberi wewenang untuk membuat undang-undang serta menafsirkan wahyu Allah.

 

Sumber : http://www.qureta.com/post/pembentukan-masyarakat-madinah

About syauqi glasses

Check Also

TASAWUF – Mereka Yang Diberi Hidayah Khusus Oleh Allah

“Dan Allah – yang mulia dengan segala asma-Nya – dalam waktu ke waktu dan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near '%b, %b)' at line 1 for query INSERT INTO `wp_tsw_log` (`IP`, `Time`, `IS_BOT`, `IS_HIT`) VALUES ('54.163.209.109', 1513122166, %b, %b) made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/sahifa/single.php'), get_sidebar, locate_template, load_template, require_once('/themes/sahifa/sidebar.php'), dynamic_sidebar, call_user_func_array, widget_traffic_stats, view