Home / Featured / Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Globalisasi dan perubahan adalah dua kata yang sudah terbiasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kedua diksi tersebut selalu menjadi momok menakutkan atau malah menjadi tantangan bagi kehidupan masyarakat. Globalisasi dan perubahan memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

Tentunya narasi besar tersebut mau tidak mau, siap tidak siap akan menghampiri kita. Menurut Umberto Sihombing, (2000:2) hanya dua alternatif pilihan yaitu “menghadapi dan memanfaatkan kekuatan yang ada di dalamnya atau mencoba menghindar dan kemudian akan digulung oleh kekuatan arus dahsyat yang kemudian menghanyutkan dan menenggelamkan kita.”

Pilihan tersebut akan sampai pada sebuah pertanyaan yaitu, “apa kabar sumber daya manusia Indonesia?”

Menjadi sebuah aksioma bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah jawaban mutlak atas pertanyaan tersebut. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membuat masyarakat Indonesia tangguh dalam kancah persaingan global merebut peluang yang timbul atas kemajuan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi).

Dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia tentunya tidak bisa terlepas dari pendidikan. Telah diketahui bersama bahwa sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat.

Rasanya, tidak ada seorang pun yang megingkari apatah lagi menolak arti penting pendidikan terhadap individu dan juga masyarakat. Lewat pendidikan kita bisa mengukur kemajuan sebuah negara. As’aril Muhajir, (2011:17) menyebut bahwa sebuah negara akan tumbuh dan berkembang pesat dalam segenap bidang kehidupan bila ditopang oleh pendidikan yang berkualitas. Sebaliknya, kondisi pendidikan yang kacau dan amburadul akan berimplikasi pada kondisi negara yang carut-marut.

Secara umum, menurut Umar Tirtarahardja, (2010:17) ada empat dimensi manusia yang harus dikembangkan oleh pendidikan yaitu (1) dimensi keindividualan, (2) dimensi kesosialan, (3) dimensi kesusilaan dan (4) Dimensi keberagamaan. Jika, dimensi-dimensi tersebut berkembang maka kita percaya akan mampu membentuk manusia paripurna dimasa yang akan datang.

Sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dimana jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Sebagai pengganti, berarti pendidikan nonformal dapat menggantikan peran pendidikan formal dalam memberikan layanan pendidikan kepada warga negara. Sebagai penambah, pendidikan nonformal berfungsi memberikan materi tambahan bagi pendidikan formal. Sebagai pelengkap pendidikan formal dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam rangka pelaksanaan pendidikan sepanjang hayat.

Pendidikan nonformal tersebut kemudian diartikan secara konseptual oleh Axin, (Suprijanto, 2008:7) bahwa pendidikan nonformal adalah kegiatan belajar yang disengaja oleh warga belajar dan pembelajar di dalam suatu organisasi (berstruktur) yang terjadi di luar sistem persekolahan.

Artinya, pendidikan nonformal adalah sebuah agenda pendidikan masyarakat dalam bentuk program yang dengan sengaja dibuat untuk mendorong atau meningkatkan kapasitas yang berdasar pada kebutuhan masyarakat, baik dilembagakan maupun tidak.

Secara spesifik Suprijanto, (2008:8) menyebutkan ciri-ciri pendidikan nonformal sebagai berikut: (1) merupakan pendidikan luar sistem persekolahan, (2) jarang berjenjang, (3) tidak ketat ketentuan-ketentuannya.

Selain itu, pengertian pendidikan nonformal yang mengacu pada proses penyelenggraan kegiatan diuraikan oleh W.P Napitupulu, (Oong Komar, 2006:215) bahwa setiap usaha pelayanan pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem sekolah, berlangsung seumur hidup, dijalankan dengan sengaja dan berencana yang bertujuan mengaktualisasikan potensi manusia (sikap, tindak dan karya) sehingga dapat terwujud manusia seutuhnya yang gemar belajar-mengajar dan mampu meningkatkan taraf hidupnya.

Berangkat dari beberapa pendapat di atas maka dapat diuraikan jenis-jenis pendidikan nonformal yang meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan ketrampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan warga belajar.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia pendidikan nonformal memiliki posisi strategis karena memiliki arena pertarungan yang sangat luas. Oleh karena itu, para pendidik ataupun praktisi pendidikan luar sekolah harus saling bersinergi dalam mengembangkan setiap jenis pendidikan nonformal secara terpadu, continue dan komprehensif.

 

Sumber : http://www.qureta.com/post/pendidikan-nonformal-dan-pengembangan-sumber-daya-manusia

About syauqi glasses

Check Also

TASAWUF – Mereka Yang Diberi Hidayah Khusus Oleh Allah

“Dan Allah – yang mulia dengan segala asma-Nya – dalam waktu ke waktu dan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *