Home / Universalia / Pandangan Dunia / Pengetahuan Emosional

Pengetahuan Emosional

Selain rasio, emosi bisa dijadikan sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan tentang realitas yang tidak dapat dijangkau oleh rasio. Rasio dengan abstraksi atau korespondensi menangkap citra realitas yang terbingkai kuiditas tetapi bukan realitas itu sendiri. Pengetahuan rasional hanya bisa dinikmati sebagian orang yang terpelajar. Pengetahuan emosional bisa didapatkan oleh semua orang.

Metode pengetahuan rasional adalah inferensi (logika). Metode pengetahuan emosional adalah takhalli dan tahalli. Pengetahuan rasional menghasilkan pemahaman (esensial). Pengetahuan emosional membuahkan kesadaran (eksistensial).

Takhalli adalah penyucian atau pengosongan hati dari hal-hal yang negatif. Tahalli adalah menghiasi hati dengan hal-hal yang positif.

Takhalli dilakukan dalam dua (2) tahap, yakni:

1. Diagnosis, yaitu identifikasi keburukan dan anatominya.

Keburukan adalah negativitas dan pasivitas. Ia adalah realitas sekunder yang hadir karena hilangnya kebaikan. Ada dua (2) jenis keburukan;
1) Pusat, yaitu sumber-sumber dan muara semua keburukan;
2) Cabang, yaitu keburukan yang merupakan produk-produk.

Induk semua keburukan adalah kezaliman (ظلم) yang berarti kegelapan. Suhrawardi pendiri Isyraq memposisikannya sebagai nircahaya. Kezaliman didefinisikan sebagai “tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya”. Karena itu semua keburukan adalah ketidaktepatan.

Ada dua (2) korban kezaliman; a) Pelaku (subjektif); b) Selain pelaku (objektif). Korban pertama kezaliman adalah pelakunya. Karena itu pula, saat meminta ampun, kita dianjurkan mengaku telah berlaku zalim terhadap diri sendiri karena mencelakakan diri.

Kezaliman terhadap selain pelaku bermacam-macam, yakni: Kezaliman Horizontal yang objek kezalimannya adalah makhluk dan Kezaliman Vertikal yang objek kezalimannya adalah Khaliq. Semua keburukan adalah kezaliman terhadap Dia. Berlaku buruk berarti menzalimiNya.

About adminislat1

Check Also

Rahasia Berdoa

” Apabila Alloh telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa alloh akan memberi kepadamu”. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *