Home / Universalia / Pandangan Dunia / Tangga-Tanggal Langit (bag.1)

Tangga-Tanggal Langit (bag.1)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”(QS. al-Fatihah: 2)

Rububiyyah Allah

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Segala pujian yang indah adalah milik Allah Swt. Sebab, semua yang indah dan mempesona adalah ciptaan Allah Swt. Pada hakikatnya, segala puji kepunyaan Allah, dan segala pujian yang indah bermuara kepada-Nya.

Allah Swt adalah Sang Pemelihara seluruh makhluk. Semua bimbingan merupakan bagian dari rahmat-Nya. Rahmat Allah menetapkan bimbingan-Nya, dan bimbingan-Nya adalah bagi seluruh alam dan ciptaan-Nya. Pujian dengan segala tingkatannya, semuanya bermuara pada Sang Pembimbing Yang Mahamutlak, yakni Allah Swt. Bimbingan-Nya meliputi segala yang dibutuhkan makhluk, dan mereka –dengan segenap kondisi mereka– membutuhkan dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Oleh karena itu, mereka senantiasa berada di bawah asuhan Allah Yang Maha Pembimbing.

Manusia melalui bimbingan Allah, bergerak dari sperma dan tanah hingga mencapai maqam wilayah dan fana. Matahari, bulan, hujan, tambang, tumbuhan dan binatang serta umat manusia, semuanya dalam bimbingan Allah dan dalam gerak kesempurnaan menuju kepada-Nya. Kebutuhan materi, kebutuhan alami dan kebutuhan spiritual serta ruhani manusia di bawah bimbingan Allah Swt.

Karunia akal bagi manusia merupakan rahmat Allah dan hidayah-Nya. Akal adalah sebuah sarana yang dengannya manusia bergerak dari tingkatan materi menuju cahaya petunjuk dan alam spritual. Akal adalah sebuah senjata yang akan menaklukkan nafsu ammarah. Pada zaman sekarang ini, disebabkan padamnya cahaya akal, dunia dalam bahaya dan kemunduran. Bagi manusia di zaman ini, nafsu dan api keserakahan telah merajalela. Masalah perdamaian dunia dan kemanusiaan tidak dapat diselamatkan dengan senapan, tank baja dan senjata, melainkan dengan akal dan bimbingan Allah. Dengan kesempurnaan akal dan petunjuk-Nya, umat manusia akan sampai pada perdamaian dan keselamatan. Kesempurnaan akal itu ada pada diri para Nabi as.

 Bimbingan dari Allah

Para manusia Ilahi mendapatkan hidayah dari Allah melalui kekuatan akal mereka serta jiwa mereka yang suci dari keburukan dan nista. Dengan perantaraan akal, mereka tidak dapat dikotori oleh tabiat-tabiat kotor. Jika manusia mengikuti petunjuk Allah, ia akan sampai pada tingkatan di mana ia telah menguasai hawa nafsunya. Bila sudah sampai pada tingkatan spiritual ini, ia akan menguasai alam tabiat. Usaha manusia sempurna ialah membuang semua pengaruh dan bekas-berkas materi serta berusaha tidak memanfaatkannya. Ia adalah pengatur (hakim) dan materi adalah yang diatur (mahkum), yakni berada di bawah kekuasaan-Nya.

Bimbingan itu lahir dari rahmat Allah, tetapi –sayang sekali– kebanyakan manusia itu amat zalim dan bodoh. Kita, sebagai umat manusia, telah lupa diri dan tersesat dari jalan Allah, Tuhan Yang Mahamutlak. Kita tidak bergerak menuju pintu rumah-Nya dan cenderung berbalik ke pintu-pintu rumah selain-Nya. Ini merupakan kebodohan umat manusia karena mereka tidak menggunakan akal mereka.

Pertikaian dalam Masalah Rububiyyah

Pertikaian para Nabi dan para imam dengan kaum tiran di zaman mereka adalah mengenai masalah pengaturan (rububiy)yah, bukan masalah penciptaan (khaliqiyyah) dan wujud wajib (wajib al-wujud). Setiap tiran mengatakan, “Kami yang mengatur dan mengarahkan manusia dan dunia”, sebagaimana perkataan Fir`aun: “Akulah tuhanmu (rabb) yang paling tinggi.”(QS: an-Nazi’at: 24). Ia tidak mengatakan, “Akulah pencipta (khaliq) dan pemberi rezeki makhluk. Ambisi seorang tiran ialah menjadi penguasa umat, mengatur segala urusan mereka, dan menjadikan undang-undang yang diciptakannya itu berkuasa. Sedangkan menurut para Nabi as, makhluk bergantung kepada Allah. Di setiap zaman, para Nabi berkata, “Allah memiliki rububiyah mutlak atas seluruh wujud. Umat manusia harus berada di bawah bimbingan Allah.” Inilah letak pertikaian antara  pemikiran Ilahi dengan pemikiran materi.

 

About adminislat1

Check Also

Rahasia Berdoa

” Apabila Alloh telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa alloh akan memberi kepadamu”. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *