Home / Universalia / Kajian Kontemporer / Tiga Tahapan Sejarah Manusia Menurut Auguste Comte

Tiga Tahapan Sejarah Manusia Menurut Auguste Comte

Auguste comte seorang pemikir barat mengemukakan klasifikasi tahapan sejarah perkembangan pemikiran manusia dan yang celakanya dari sudut pandang pemikir islam terlihat seperti pandangan yang kekanak-kanakan belaka. Dia mengatakan bahwa umat manusia telah melewati tiga tahapan ;

 

1. Tahapan Teologis

Dalam tahapan ini manusia menjelaskan fenomena fenomena dengan merujuk pada kekuatan adikodrati dan menganggap Tuhan dan Dewa-dewa sebagai penyebab dari setiap fenomena. Dalam tahapan ini, manusia menemukan prinsip kausalitas tetapi tidak mampu mengidentifikasi penyebab segala sesuatu secara rinci. Karena telah memahami prinsip kausalitas, maka menganggap penyebab dari setiap peristiwa terletak pada alam. Pada tahapan ini auguste comte mengargumentasikan dan menilai bahwa kekuatan kekuatan tertentu yang ada pada alam adalah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya fenomena.

 

2. Tahapan Metafisika

Dalam tahapan ini manusia berpikir dalam kerangka metafisik dan filosofis karena tidak bisa memastikan pernyataan bahwa suatu peristiwa tertentu memiliki sebab tanpa mempunyai jawaban atas pertanyaan tentang sifat dan karakter sebab itu sendiri.

 

3. Tahapan Positif

Dalam tahapan ini manusia mengindentifikasikan secara rinci sebab sebab dari segala sesuatu di alam. Pada tahapan ini, manusia berpaling dari berpikir dalam kerangka filsafat dan mengadopsi pendekatan eksperimen untuk mempelajari fenomena, menemukan hubungan sebab akibat di antara fenomena fenomena tersebut sehingga benar benar jelas bahwa fenomena itu saling berkaitan dalam sebuah rangkaian. Sekarang, sains menganggap pendekatan ini benar dan oleh karena itu manusia menyebutnya “tahapan ilmiah”

 

Ketiga tahapan yang dikemukakan auguste comte ini bisa kemungkinan benar jika dilihat dari sudut masyarakat umum dan kebanyakan orang, dengan kata lain pada suatu waktu tertentu masyarakat awam menganggap sebab dari suatu peristiwa seperti penyakit adalah seperti makhluk yang tidak terlihat, oleh karena itu hal tersebut sangat menggelikan dan sulit untuk dipercaya secara rasional dan anehnya banyak kaum terpelajar di eropa pada masa itu percaya dengan hal terebut.

 

Kemudian pada tahapan lainnya, hubungan di antara berbagai fenomena ditentukan melalui sarana sarana eksperimen ilmiah. Ini bukanlah sesuatu yang baru dengan sendirinya dan sudah ada pada zaman dahulu, meskipun keinginan untuk mempelajari fenomena alam dan hubungan sebab akibatnya lebih besar di zaman modern seperti sekarang. Namun cara klasifikasi pemikiran manusia ini tidak benar karena jika kita membagi pemikiran manusia ke dalam tahapan tahapan kriteria kita haruslah dari konsep-konsep para pemikir dan bukan pemikiran masyarakat umum. Dengan kata lain kita harus mempertimbangkan pandangan dunia dari individu individu karena disinilah kita menemukan bahwa klasifikasi auguste comte berulang kali salah. Pemikiran manusia yang representatif sesungguhnya adalah para pemikir dari setiap zaman, dan tentu tidak selalu melewati tahapan tahapan yang diungkapkan oleh auguste comte.

 

 

About adminislat1

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *