Home / Featured / Zionisme dan Semitisme

Zionisme dan Semitisme

Saya dikenal sebagai seorang yahudi orthodox (yaitu seorang yahudi yang berusaha keras untuk hidup sesuai dengan yudaisme, agama yahudi kuno). Saya disini atas nama suatu grup yang dikenal sebagai Neturei Karta, yang secara bebas diterjemahkan sebagai penjaga iman. Kami bukan suatu partai atau organisasi yang terpisah tetapi pada dasarnya sebagai penyebar suatu filosofi pada permasalahan zionisme, yang dianut oleh sebagian besar golongan yahudi.

Judul dari pembicaraan saya adalah ‘anti zionisme tidak anti semitisme’, yang berarti tentu saja dengan maksud bahwa anti semitisme tidak akan disetujui, sedangkan anti-zionisme adalah sesuatu yang harus dihargai dan saya berharap untuk menjelaskan mengapa. Permasalahan ini sangat relevan bagi kita dengan mencuatnya situasi terkini di Palestina dan meningkatnya pernyataan anti Semitisme. Juga karena di mata dunia para zionis disamakan dengan Yahudi dan Zionisme disamakan dengan Yudaisme. Itu adalah kesalahan dari asumsi ini, yang akan saya jelaskan hari ini. Diskusi dan perdebatan masalah tersebut penting karena permasalahan tersebut cenderung sangat membingungkan baik untuk orang yahudi maupun non yahudi. Di sisi lain, diskusi dan perdebatan cenderung tertahan karena, terutama untuk orang yahudi, permasalahan tersebut sangat sensitif.

Dalam rangka memahami pernyataan “anti zionisme tidak anti semitisme”, saya pikir kita harus kembali ke prinsip dasar dan memahami istilah yang digunakan. Apa yang kita maksud  dengan “semitisme” (atau yudaisme, semitisme adalah istilah yang tidak cocok. Apakah benar yang kita maksud adalah anti yahudi atau anti yudaisme)? Apa yang kita maksud dengan “anti semitisme”? apakah “zionisme” dan apakah “anti zionisme” itu?

Pertama kita harus memahami bahwa pada dasarnya anti semitisme adalah suatu ketidak sukaan atau kebencian seseorang, sebagian masyarakat. Kebencian itu diarahkan kepada orang yahudi dan tidak kepada yudaisme.

Dimana kita menemukan penentangan atau kebencian terhadap agama yahudi, ini biasanya merupakan suatu perpanjangan atau perwujudan dari kebencian masyarakat. Meskipun kami juga menemukan suatu kebencian tertentu terhadap agama yahudi yang merupakan suatu bentuk ketaatan agama, dimana penganut suatu agama tidak akan mentolerir kepercayaan di agama lain. Dalam kasus ini, ketidaktoleranan ini biasanya diarahkan untuk melawan semua agama lain dan tidak secara khusus anti yahudi.

Anti zionisme adalah suatu penentangan terhadap suatu filosofi, suatu ide. Penentangan itu diarahkan, paling tidak pada awalnya, pada ide/gagasan dan tidak pada orang.

Anti semitisme, meskipun telah ada semenjak orang yahudi ada, merupakan suatu kefanatikan yang tidak logis. Anti zionisme, bagaimanapun juga, merupakan suatu oposisi yang sangat logis, berdasarkan pemikiran yang sangat baik, terhadap suatu ide dan tujuan tertentu.

Tetapi marilah kita melihat pada permasalahan yang lebih detail. Yudaisme adalah suatu agama yang sangat luas dan sangat jauh, atau cara hidup. Zionisme, bagaimanapun juga, adalah suatu konsep yang relative sempit dan terbatas, yang akan saya jelaskan. Saya hanya dapat memberi anda disini hari ini suatu ikhtisar dan mencoba menjelaskan beberapa aspek dari yudaisme yang relevan dengan zionisme.

Pertama saya jelaskan secara sederhana bahwa yudaisme dan zionisme itu tidak cocok dan saling terpisah, tapi mari  kita bandingkan yudaisme dan zionisme secara umum dan secara khusus.

Pertama mari kita melihat yudaisme secara umum. Yudaisme bagi kami merupakan cara total hidup. Menunjukkan kepada kami bagaimana hidup bermoral, etis dan kehidupan yang agamis dalam rangka pelayanan kepada Yang Maha Kuasa. Hal ini mempengaruhi setiap aspek kehidupan kami mulai dari buaian sampai liang kubur. Kami diajarkan dan kami percaya, bahwa itu diungkapkan kepada kami melalui wahyu ilahi, sebagaimana digambarkan dalam Bibel, sekitar tiga ribu lima ratus tahun yang lalu, dan semenjak itulah orang yahudi ada. Semua persyaratan agama kami, praktis dan filosofis, telah ditetapkan dalam ajaran agama kami, Torah, yang terdiri dari Bibel dan Kode Besar Ajaran Lisan berdasarkan pada apa yang sekarang dikenal sebagai Talmud diturunkan kepada kami dari generasi ke generasi.

Zionisme, disisi lain, sebelum melihat pada tujuan positif tertentu-nya, merupakan suatu filosofi tidak agamis yang sekuler yang lahir sekitar seratus tahun yang lalu oleh beberapa yahudi sekuler, yaitu orang yahudi yang secara pokok telah membuang koneksi mereka dengan cara hidup yahudi yang telah diturunkan kepada mereka dari generasi ke generasi.

Jadi anda telah mengetahui perbedaan umum pertama antara zionisme dan yudaisme. Zionisme adalah sekulerisme, materialisme, bukan kepercayaan agama tertentu, bukan moral atau kewajiban etika tertentu. Yudaisme adalah pedoman, moralitas, standard etika, kepercayaan agama. Jadi jelas bahwa suatu penentangan terhadap sekularisme zionis tidak akan mempunyai hubungan logis dengan suatu penentangan kepada masyarakat yang mematuhi atau mempunyai koneksi dengan yudaisme.

Tetapi sekarang mari kita melihat pada aspek yudaisme yang mempunyai relevansi tertentu dengan zionisme. Aspek pertama adalah pertanyaan tentang wilayah atau Negara. Sebagaimana telah disebutkan, agama kami adalah suatu cara total hidup yang meliputi setiap aspek dari kehidupan kami. Termasuk diantara aspek itu adalah masalah wilayah. Sejak dari awal, Torah kami mengajarkan kami bahwa pada kondisi tertentu kami akan diberi suatu wilayah, tanah suci, sekarang dikenal sebagai Palestina, untuk menjalani kehidupan kami dalam rangka pelayanan kepada Yang Maha Kuasa.

Seperti apakah kondisi itu? Kondisi itu pada dasarnya adalah bahwa kami harus menjaga standard moral, etika dan agama setinggi-tingginya. Kami telah diajarkan, dan telah diramalkan, bahwa jika kondisi tersebut tidak terpenuhi orang yahudi akan dikirim ke pengasingan. Kami telah mempunyai tanah kira-kira sekitar seribu lima ratus tahun pertama dari keberadaan kami. Bagaimanapun juga, dengan menyesal, kondisi tersebut tidak terpenuhi ke tingkat yang diperlukan dan orang yahudi dibuang dari tanah mereka. Pada dua ribu tahun terakhir atau lebih orang yahudi berada di pengasingan yang diputuskan oleh Yang Maha Kuasa karena mereka tidak menjaga standard yang diharapkan. Kondisi pengasingan ini adalah situasi yang ada sampai saat ini. Itu merupakan bagian dasar dari kepercayaan kami untuk menerima dengan ikhlas keputusan surgawi tentang pengasingan dan tidak mencoba dan berjuang melawannya atau mengakhirinya dengan tangan kami sendiri. Yudaisme mengajarkan bahwa kami dilarang dibawah sumpah untuk berusaha keluar dari pengasingan ini dengan usaha kami sendiri dan untuk membentuk suatu Negara sendiri di Palestina dan tentu saja tidak dengan kekuatan. Kami diajarkan bahwa pengasingan berarti suatu penerimaan terhadap otoritas masyarakat yang menduduki Negara dimana kami hidup, termasuk Palestina, dan tidak untuk memberontak terhadap otoritas tersebut, tetapi hanya untuk mendukung hal-hal yang baik. Terakhir, kami diajarkan bahwa ketidakpatuhan dengan larangan ini merupakan suatu pemberontakan melawan keinginan Yang Maha Kuasa dan akan menghasilkan konsekuensi mengerikan.

Bagaimana tentang zionisme. Zionisme didirikan sekitar seratus tahun yang lalu, sebagaimana telah saya sebutkan di awal, kebanyakan oleh masyarakat sekuler yang telah mencampakkan agama mereka tapi masih menjaga apa yang mereka pertimbangkan sebagai aib menjadi yahudi di pengasingan. Mereka menganggap bahwa keadaan pengasingan adalah karena sikap patuh kami – “mentalitas Golus (pengasingan)” – dan bukan karena keputusan ilahi. Tujuan mereka adalah menyebarluaskan apa yang merupakan suatu gagasan baru di kalangan orang yahudi dan untuk membentuk suatu Negara yahudi di tanah yahudi. Tanah yang mereka pilih untuk tujuan mereka adalah Palestina. Bukan untuk alasan agama apapun, ingat mereka adalah kelompok yang sepenuhnya sekuler, tetapi mungkin karena lampiran sejarah dan budaya yang dimiliki orang yahudi dan dengan demikian mereka berharap menarik massa yahudi ke gagasan baru mereka. Pada prinsipnya, mereka siap untuk mempertimbangkan tanah manapun. Kenyataannya pada saat yang sama disarankan Uganda. Filosofi dasar dari tujuan mereka bahwa mereka ingin memaksakan jalan keluar dari pengasingan dengan usaha mereka sendiri.

Hal ini menjadi jelas bahwa ideologi zionis ini terbang dalam wajah sikap agama yahudi untuk membuang uraian diatas dan sepenuhnya tidak cocok dengan ajaran yahudi. Pada kenyataannya begitu ideology zionis diapresiasi pada awal zionisme, ideology itu dinyatakan sebagai ajaran sesat oleh otoritas keagamaan yahudi.

Kembali lagi ke anti zionisme, merupakan penentangan terhadap tujuan zionis untuk membentuk suatu Negara untuk yahudi yang tentu saja bukan anti semitisme. Sedangkan yudaisme sendiri menentang penuh terhadap tujuan ini sebagaimana yang telah saya jelaskan.

Aspek lebih jauh dari yudaisme relevan terhadap zionisme adalah pada pertanyaan pada identitas dan kebangsaan yahudi. Cara hidup kuno dari yudaisme pada kenyataannya adalah nilai identitas nasional yahudi. Saya ingin mengatakan bahwa hal ini terbukti benar bahwa identitas dari seorang yahudi, yang merupakan anggota dari masyarakat yahudi, adalah dibuktikan dengan keterikatannya dengan yudaisme, dan bukan keterikatan dengan tanah atau Negara tertentu. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa masyarakat yahudi telah mengalami keadaan tanpa tanah selama dua ribu tahun, telah tersebar ke empat penjuru bumi. Tetapi masih menjaga identitas mereka dengan kebajikan dari keterikatan mereka terhadap yudaisme.

Tentu saja banyak orang yang ingin memperdebatkan bahwa kami melihat mayoritas yahudi sekarang, bahkan mereka yang ada di diaspora (diluar Israel) yang bahkan tidak mempunyai keterikatan dengan suatu tanah, tidak tampak memiliki suatu keterikatan dengan yudaisme namun masih menjaga identitas yahudi. Bagaimanapun juga, anda akan menemukan bahwa mereka hanya harus kembali ke tiga atau empat generasi paling banyak dan mereka akan menemukan bahwa leluhur mereka melaksanakan yahudi ortodoks. Dengan kata lain mereka masih menjaga suatu tingkat identitas yahudi berdasarkan efek meneruskan tetapi memudar dari keterikatan leluhur mereka terhadap yudaisme. Saya katakan memudar karena efek meneruskan telah berangsur hilang. Anda tidak akan menemukan orang yang peduli dengan identitas yahudi mereka sekarang ini jika mereka keturunan dari yahudi yang meninggalkan yudaisme mereka, katakanlah, lima ratus tahun yang lalu.

Konsep zionis tentang identitas yahudi adalah sepenuhnya sekuler yang biasanya identitas nasional berdasarkan pada suatu wilayah. Hal ini, bagaimanapun juga, adalah bukan suatu identitas yahudi tetapi suatu identitas zionis atau Israel yang merupakan sesuatu yang sangat berbeda.

Jadi sekali lagi sangat jelas bahwa menjadi anti identitas zionis adalah sepenuhnya berbeda dengan menjadi anti identitas yahudi, keduanya merupakan konsep yang berbeda.

Saya telah berbicara sampai sekarang tentang konsep yang mungkin sesuatu yang tidak berwujud dan terpisah dari kesadaran orang sehari-hari, bisa jadi termasuk kebanyakan anda yang ada disini sekarang, teori teologis. Bagaimanapun juga, ada aspek lebih jauh dari yudaisme relevan terhadap zionisme yang saya percaya kebanyakan orang dapat mengenali. Yaitu pertanyaan tentang nilai keagamaan yahudi mengenai humanitarianisme (kemanusiaan).

Ajaran yahudi mengenai nilai-nilai kemanusiaan dasar adalah kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama dan penghormatan terhadap hak, property dan tentu saja hidup dari sesama. Hal ini cukup menyiratkan bahwa yudaisme ortodoks bersimpati penuh dengan kondisi Palestina. Zionisme adalah antithesis yang tepat dari nilai-nilai ini. Bertekad untuk mewujudkan tujuannya membentuk suatu Negara tanpa menghiraukan akibat terhadap mereka yang menjadi penghalang jalannya baik dari kalangan orang palestina dan bahkan yahudi.

Hal ini telah terdokumentasi dengan sangat baik dalam tulisan pendiri zionis dan direkam dalam pernyataan publik mereka, bahwa mereka sepenuhnya bermaksud untuk menerapkan tujuan mereka tanpa menghiraukan akibatnya terhadap penduduk , pribumi, yaitu masyarakat Palestina. Hidup, property, dan hak menentukan nasib sendiri dari warga palestina tidak dipedulikan demi gagasan dan tujuan membentuk Negara. Pada tingkat signifikan bahkan hidup dan kesejahteraan dari saudara-saudara yahudi mereka, baik fisik maupun rohani, adalah kurang penting dibandingkan dengan tujuan membentuk dan mempertahankan suatu Negara. Sebagaimana telah diketahui, dengan filosofi ini mereka akhirnya telah mencapai pembentukan Negara mereka. Filosofi ini berlanjut hingga saat ini dan pada kenyataannya merupakan penyebab utama dari  perselisihan dan pertumpahan darah di Palestina, tidak ada yang lain. Zionisme mempunyai cita-cita memaksakan suatu Negara ‘sectarian’ diatas kepala orang palestina yang  merupakan penduduk pribumi dan hal ini menghasilkan konfrontasi yang mengerikan. Konfrontasi ini sebagaimana telah kita semua ketahui mengakibatkan pertumpahan darah yang mengerikan dan kebrutalan yang terlihat tanpa akhir kecuali ada suatu perubahan yang sangat radikal.

Kembali lagi, sudah sangat jelas bahwa oposisi yang sangat logis dan masuk akal terhadap sikap anti kemanusiaan zionisme tidak ada hubungan apapun dengan kefanatikan kuno anti semitisme.

Jadi anti zionisme adalah suatu oposisi logis terhadap suatu filosofi, yang dianut oleh beberapa anggota dari masyarakat yahudi, yang rasis, fasis, sepenuhnya tidak dapat diterima. Anti semitisme adalah suatu kefanatikan yang tidak logis dan tidak menyukai keseluruhan orang. Jadi saya pikir sudah sangat jelas bahwa anti zionisme dengan imajinasi apapun adalah tidak sama dengan anti semitisme.

Telah saya sebutkan di awal dan saya pikir akan lebih jelas jika saya lanjutkan, bahwa yudaisme dan zionisme adalah tidak sama dan saling terpisah.

Pergerakan zionis merupakan suatu pengabaian penuh terhadap ajaran dan iman agama kami secara umum, dan, dalam hal tertentu, suatu pengabaian dari pendekatan kami tentang Negara pengasingan kami dan sikap kami terhadap kalangan masyarakat dimana  kami hidup. Hasil praktis  dari zionisme dalam bentuk Negara yang dikenal dengan ‘Israel’ adalah sepenuhnya bertentangan dengan yudaisme dan iman yahudi. Ideology zionisme tidak bersandar pada takdir ilahi tetapi mengambil hukum ke tangan sendiri dan mencoba memaksakan hasil dalam bentuk suatu Negara. Hal ini sepenuhnya bertentangan dengan pendekatan terhadap masalah pengasingan yang Torah kehendaki kepada kami untuk memakainya, sebagaimana yang diturunkan kepada kami oleh guru besar agama kami. Lebih jauh lagi, zionisme sepenuhnya menghina nilai dasar yahudi terhadap kemanusiaan dalam perlakuannya terhadap masyarakat Palestina.

Ada fenomena zionis tambahan yang  membingungkan, yaitu agama zionis. Ada beberapa orang yang menyatakan beriman kepada agama yahudi tetapi mereka telah dipengaruhi oleh filosofi nasional sekuler zionis dan telah menambah suatu dimensi baru menjadi yudaisme-zionisme, yang merupakan tujuan dari pengaturan saat ini dan memperluas suatu Negara yahudi di Palestina. Mereka mencoba untuk memenuhinya dengan semangat keagamaan yang besar (saya menyebutnya yudaisme plus). Mereka menyatakan bahwa filosofi nasional mereka melekat dalam agama yahudi dan berusaha merasionalisasikan zionisme dalam cahaya yudaisme. Hal ini merupakan suatu fenomena, yang telah dikembangkan terutama sejak dan mungkin karena perang dunia kedua tetapi masih suatu permulaan penuh dari ajaran yudaisme ortodoks sepanjang umur. Agama zionis ini juga sepenuhnya menghina nilai dasar yahudi terhadap kemanusiaan dalam perlakuan mereka terhadap masyarakat Palestina.

Tetapi kita mempunyai permasalahan yaitu bahwa zionis telah membuat dirinya tampak sebagai representasi dan juru bicara dari semua orang yahudi dan, dengan tindakan mereka, membangkitkan permusuhan melawan semua orang yahudi. Kemudian mereka yang memendam permusuhan ini dituduh sebagai anti semitisme. Meskipun sangat jelas bahwa oposisi terhadap zionis dan kejahatannya tidak menyiratkan kebencian terhadap yahudi atau ‘anti semitisme’, bagaimanapun juga kesalahan zionis merupakan suatu penyebab anti zionisme meluap ke anti semitisme kuno. Paradoksnya zionis itu sendiri dan perbuatannya bukannya menjadi suatu obat untuk anti semitisme tetapi pada kenyataannya menjadi penyebab besar dari anti  semitisme modern. Lebih jauh lagi zionisme sebenarnya memakan anti semitisme dengan menggunakannya untuk menarik lebih banyak imigran pergi ke negaranya.

Kebingungan antara anti zionisme dan anti semitisme mencapai ke tingkat tertinggi dari pemerintahan dan merupakan satu-satunya penjelasan yang dapat saya berikan untuk sesuatu yang mengherankan saya terus menerus dan itu adalah ketika saya mengamati protes dari Negara-negara seperti USA dan UK bahwa ‘Israel’ adalah ‘suatu Negara demokratis’. Padahal sebenarnya seluruh konsep Israel adalah dan nyata non demokratis dan dengan melihat sekilas balik sejarahnya dapat dilihat bahwa seluruh Negara zionis dilahirkan oleh kekejaman yang sangat (dan UK merupakan korban dari kekejaman ini) terhadap Negara-negara yang sekarang melakukan protes. Dunia bebas melakukan perang dunia kedua dalam rangka memberantas suatu kebijakan, yang sekarang mereka benarkan dengan mendukung Negara Israel!.

Untuk meringkas, menurut Torah dan iman yahudi, Arab Palestina yang sekarang menyatakan untuk memerintah di Palestina adalah benar dan adil. Zionis menyatakan itu adalah salah dan criminal. Sikap kami terhadap Israel adalah bahwa seluruh konsep itu adalah cacat dan tidak sah. Oleh karena itu anti zionisme adalah tentu saja bukan anti semitisme.

Saya ingin mengakhiri dengan kata-kata berikut. Sering dikatakan bahwa yahudi dan arab tidak dapat hidup bersama. Kami ingin mengatakan kepada dunia, terutama tetangga arab kami, bahwa tidak ada kebencian dan permusuhan antara yahudi dan arab. Kami berharap untuk hidup bersama sebagai teman dan tetangga sebagaimana yang telah kita lalui selama lebih dari ratusan bahkan ribuan tahun di semua negeri arab. Hal itu hanya karena adanya zionis dan zionisme yang mengacaukan hubungan lama ini. Menurut sejarah, situasi yang sering terjadi adalah bahwa ketika yahudi dianiaya di eropa mereka mengungsi ke berbagai negeri arab. Sikap kami terhadap arab seharusnya hanyalah menjadi ramah dan menghormati.

Kami menganggap warga Palestina sebagai masyarakat dengan hak untuk memerintah di Palestina.

Negara zionis yang dikenal sebagai ‘Israel’ merupakan suatu rezim yang tidak mempunyai hak untuk ada. Keberlanjutan keberadaannya merupakan penyebab utama perselisihan di Palestina.

Kami mendoakan suatu solusi damai untuk jalan buntu yang mengerikan dan tragis yang ada. Mungkin berdasarkan hasil yang dibawa oleh tekanan moral, politik dan ekonomi yang dipaksakan oleh seluruh Negara di dunia.

Kami mendoakan agar berakhir pertumpahan darah dan berakhirnya penderitaan dari semua masyarakat yang tidak berdosa – baik yahudi maupun non yahudi – di seluruh dunia.

Kami menunggu pencabutan zionisme dan pembongkaran damai dari rezim zionis, yang akan menghasilkan suatu akhir dari penderitaan masyarakat Palestina. Kami akan menyambut kesempatan untuk tinggal dalam damai di tanah suci dalam suatu pemerintahan, yang secara keseluruhan sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat Palestina.

Semoga kita segera mendapatkan manfaat ketika semua umat manusia dalam keadaan damai satu sama lain.

 

Oleh ; Rabbi Ahron Cohen dalam acara “A One Day Conference Organised by the Islamic Human Rights Against Zionism; Jewish Perpectives”

Sumber ; http://voiceofpalestine.net/new/?p=106

About syauqi glasses

Check Also

Jangan Menuntut Tuhanmu

Jangan menuntut Tuhan karena ditundanya permintan yang telah engkau minta kepada Alloh. Tetapi hendaknya engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *